Di Balik Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Alasan Mengabadikan Nama Mendiang Orang Tua di Setiap Jejak Kebaikan BIP

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA– Di tengah riuhnya polemik yang mengiringi rencana bantuan senilai Rp2 miliar untuk Griya Lansia Malang dan Griya Yatim Sidoarjo, Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BIP), H. Ali Zainal Abidin, akhirnya memilih membuka ruang dialog. Bukan untuk memperuncing perdebatan, melainkan meluruskan informasi yang berkembang sekaligus mengungkap makna yang selama ini jarang diketahui publik di balik setiap jejak kemanusiaan BIP.

Dalam silaturahmi bersama awak media di Surabaya, Minggu (12/7/2026), Ali menjelaskan bahwa polemik yang berkembang bukan berawal dari niat membatalkan bantuan, melainkan adanya perbedaan pemahaman mengenai standar operasional (SOP) penyaluran bantuan.

“Selama ini tidak ada satupun komunikasi dari kami untuk membatalkan bantuan yang sudah diberikan. Namun, dari pihak Griya Lansia sendiri yang meminta bantuan tersebut dibatalkan karena menganggap ada ketidaksesuaian SOP (Standar Operasional Prosedur),” ujar Ali.

Di balik dinamika tersebut, tersimpan alasan yang sangat personal. Ali menjelaskan bahwa penyematan nama almarhumah ibunda dan almarhum ayahandanya pada sejumlah fasilitas yang dibangun sepenuhnya oleh BIP Foundation bukanlah untuk mencari penghormatan ataupun popularitas, melainkan sebagai bentuk bakti seorang anak kepada kedua orang tuanya.

“Salahkah saya jika menyarankan nama mendiang ibunda dan ayahanda pada beberapa tempat yang kami bantu sepenuhnya? Karena ini adalah bagian dari bakti saya sebagai seorang anak. BANI itu sendiri artinya Bakti Anak Nurani Ibu,” jelasnya.

Filosofi tersebut selama ini menjadi bagian dari identitas BIP Foundation. Sejumlah fasilitas yang dibangun melalui gerakan kemanusiaan BIP telah menggunakan nama kedua orang tua Ali, di antaranya Istana Tahfidz Ainun Bani di Majalengka, Dapur Ainun di Cirebon, Asrama Tahfidz Ainun Bani di Pacet Sidoarjo, Masjid BANI di Lamongan, Asrama Umar Syarif Pondok Rimba Wonoagung, hingga Mushalla Ainun Bani di Desa Badur, Kabupaten Sumenep.

Ali juga menegaskan bahwa dirinya tetap menaruh hormat kepada Ketua Yayasan Griya Lansia, Arif Camra, yang disebutnya sebagai guru. Menurutnya, dinamika yang terjadi hanyalah miskomunikasi dan tidak boleh memutus tali silaturahmi ataupun menghambat gerakan kemanusiaan.

Di hadapan relawan BIP Foundation, Ali meminta seluruh jajaran tetap tenang, tidak terpancing polemik, dan tetap memusatkan perhatian pada misi membantu anak yatim, kaum dhuafa, lansia, serta masyarakat yang membutuhkan.

Komitmen itu dibuktikan melalui berbagai program yang terus berjalan. Dalam BIP Tour D’Jatim Part II, BIP Foundation menyalurkan bantuan kepada sekitar 1.000 anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas di Kabupaten Malang, mulai dari rehabilitasi madrasah senilai Rp100 juta, bantuan laptop dan printer, ratusan tas sekolah, hingga pembiayaan kontrakan rumah selama tiga tahun bagi seorang janda yang baru kehilangan suaminya.

Sebelumnya, melalui Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep, BIP Foundation juga membagikan santunan kepada ribuan anak yatim dan dhuafa, paket sembako, hadiah uang tunai, serta tiga paket umrah gratis. Memasuki tahun ajaran baru, ribuan tas sekolah, seragam, dan perlengkapan belajar kembali disalurkan kepada anak-anak yatim dan dhuafa.

Konsistensi menjalankan gerakan sosial di berbagai daerah, mulai dari pembangunan rumah layak huni, sumur bor, masjid, musala, pondok pesantren, madrasah hingga pemberdayaan masyarakat, mengantarkan BIP Foundation meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), menegaskan bahwa di tengah berbagai dinamika, misi kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama yayasan.

Penulis : Red

Berita Terkait

BLT DBHCHT Rp600 Ribu Diterima Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan, H. Bambang: Semoga Berkah
Kepedulian Bang Ali Terus Menyala, BASHRA BIP Kembali Tebar BBM Gratis di Empat Kabupaten Madura
Sumenep Borong 3 Juara 1 di FESyar Regional Jawa 2026, Wabup Imam Hasyim: Ini Harus Jadi Penggerak Ekonomi Umat
Setelah 3 Hari Tebar BBM Gratis, Bang Ali Kembali Bergerak: Kini Ratusan Warga Disasar Program Isi Ulang LPG Gratis
Festival Pendidikan UTM Bongkar Rapor Pendidikan Madura: APS Bangkalan Anjlok di Usia Remaja
Ratusan Pengendara Membeludak, Aksi BBM Gratis Bang Ali Masuk Hari Ke-3 hingga Sumenep, Warga Panjatkan Doa Kebaikan
Kebaikan Tak Berhenti, Bang Ali Pimpin Pembagian BBM Gratis bagi Pengendara di Pamekasan
Menjaga Sumenep Tetap Bersih, Petugas DLH Bergerak di Belakang Peserta Terakhir hingga Pagi

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:52 WIB

BLT DBHCHT Rp600 Ribu Diterima Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan, H. Bambang: Semoga Berkah

Rabu, 30 September 2026 - 20:11 WIB

Kepedulian Bang Ali Terus Menyala, BASHRA BIP Kembali Tebar BBM Gratis di Empat Kabupaten Madura

Senin, 28 September 2026 - 11:36 WIB

Sumenep Borong 3 Juara 1 di FESyar Regional Jawa 2026, Wabup Imam Hasyim: Ini Harus Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Jumat, 25 September 2026 - 02:42 WIB

Setelah 3 Hari Tebar BBM Gratis, Bang Ali Kembali Bergerak: Kini Ratusan Warga Disasar Program Isi Ulang LPG Gratis

Kamis, 24 September 2026 - 12:24 WIB

Festival Pendidikan UTM Bongkar Rapor Pendidikan Madura: APS Bangkalan Anjlok di Usia Remaja

Berita Terbaru