Gubernur Khofifah Intensifkan Pasar Murah Selama Ramadhan Jaga Stabilitas Harga

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengintensifkan pelaksanaan pasar murah selama Ramadhan guna menjaga stabilitas harga bahan pokok serta mempertahankan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.
“Setiap bulan puasa dan menjelang Lebaran, permintaan logistik kebutuhan bahan pokok meningkat dan itu berpotensi memicu kenaikan harga,” kata Khofifah di Surabaya, Selasa.
Oleh karena itu, ia mengatakan pasar murah digelar agar masyarakat tidak khawatir dan tidak terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.
“Tentu harapannya masyarakat dapat melaksanakan ibadah puasa dengan lebih tenang dan lancar,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar pasar murah ke-25 di halaman Masjid At-Taqwa, Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya. Kegiatan tersebut disambut antusias ratusan warga, terutama ibu rumah tangga yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Dalam pasar murah tersebut, berbagai komoditas dijual di bawah harga pasar, di antaranya beras premium Rp14.000 per kilogram, beras medium Rp11.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp22.000 per kemasan, serta tepung terigu Rp10.000 per kilogram.
Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram, bawang putih Rp6.000 per 250 gram, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, cabai rawit merah Rp4.000 per 100 gram, cabai merah besar Rp2.000 per 100 gram, serta daging ayam Rp30.000 per kemasan.
Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu memastikan pasar murah akan terus digelar sepanjang Ramadhan dan berlanjut selama 2026 sebagai bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok.
“Kami sudah mengagendakan agar program strategis seperti pasar murah ini dapat terus berjalan sebagai ikhtiar menstabilkan harga kebutuhan pokok. Pelaksanaannya berseiring dengan program kabupaten dan kota sehingga sifatnya saling melengkapi,” katanya.
Menurut Khofifah, lokasi pasar murah ditempatkan dekat dengan masjid dan kawasan permukiman warga agar mudah dijangkau.
“Saya selalu berpesan agar lokasinya tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Harapannya, kegiatan ini bisa langsung menyasar masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada ratusan lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu rumah tangga yang membawa anak sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga. Ia juga memborong sejumlah produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal.
Salah seorang warga Wonocolo, Asri, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah di lingkungan tempat tinggalnya.
“Hari ini saya beli beras dan telur karena harganya lebih murah dibandingkan di pasar. Selama Ramadhan, keluarga saya banyak mengonsumsi olahan telur, terutama saat sahur, karena praktis, sehat, dan bernutrisi,” katanya.


