AJP dan Kodim 0826 Perkuat Sinergi, Koperasi Merah Putih Pamekasan Hampir Paripurna

Jumat, 27 Februari 2026 - 15:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua AJP, Khairul Umam, bersama pengurus saat bersilaturahmi dan berdialog bersama Komandan Kodim 0826/Pamekasan dalam agenda penguatan sinergi pers dan TNI, Jumat (27/2/2026).

Ketua AJP, Khairul Umam, bersama pengurus saat bersilaturahmi dan berdialog bersama Komandan Kodim 0826/Pamekasan dalam agenda penguatan sinergi pers dan TNI, Jumat (27/2/2026).

PAMEKASAN — Denyut pembangunan desa di Kabupaten Pamekasan kian terasa nyata. Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mencatat capaian nyaris paripurna. Dari total 189 desa dan kelurahan, sebanyak 179 titik telah terbangun, atau setara 94 persen dari target keseluruhan. Sebuah angka yang menandai kerja kolektif lintas sektor dan semangat gotong royong yang masih hidup di akar rumput.
Capaian tersebut terungkap dalam agenda silaturahmi antara Aliansi Jurnalis Pamekasan dan Kodim 0826/Pamekasan, Jumat (27/2/2026).

Pertemuan itu tak sekadar temu ramah, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan tentang pembangunan dan peran strategis semua pihak di daerah.

Ketua AJP, Khairul Umam, menegaskan silaturahmi tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi sekaligus membangun kedekatan emosional dengan Komandan Kodim yang merupakan putra daerah Pamekasan.

“AJP ingin membangun sinergi dengan Dandim, membangun emosi yang baik, sekaligus sebagai sambutan karena beliau putra daerah Pamekasan,” ujarnya.

Komandan Kodim 0826/Pamekasan, Agus Wibowo Hendratmoko, memaparkan bahwa progres KDKMP merupakan hasil kolaborasi nyata antara TNI, pemerintah desa, dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan.

“Dari 189 desa itu, kita sudah membangun 179. Artinya sudah sekitar 94 persen. Tinggal 10 titik lagi yang belum terbangun,” tegasnya.
Yang membuat program ini berbeda, lanjut Agus, adalah pendekatan non-kontraktual. Seluruh proses pembangunan melibatkan tenaga kerja lokal desa, sebagai wujud pemberdayaan masyarakat sekaligus memastikan rasa memiliki terhadap koperasi yang dibangun.

“Kita tidak kontraktual. Tukang dan tenaga kerjanya kita ambil dari desa setempat. Jadi masing-masing desa ikut terlibat,” jelasnya.

Sejak awal, konsep KDKMP memang dirancang untuk tumbuh dari desa dan kembali untuk desa. Babinsa, kepala desa, serta pemerintah desa dilibatkan penuh dalam setiap tahap pembangunan.

“Pembangunannya kita awali dari masyarakat. Tukang-tukang desa kita berdayakan, Babinsa terlibat, dan kepala desa kita minta support penuh,” katanya menegaskan.

Meski demikian, jalan menuju capaian 100 persen belum sepenuhnya mulus. Agus mengakui masih ada 10 titik KDKMP yang belum terbangun akibat kendala ketersediaan lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang sesuai persyaratan.

“Syarat lahan itu harus tanah kas desa, ukurannya 30×20 meter dan letaknya strategis. Ini yang cukup sulit, terutama di wilayah perkotaan,” ungkapnya.

Persoalan lain muncul dari kondisi tanah di Pamekasan yang umumnya membutuhkan pengurukan, sementara aturan membatasi proses cut and fill secara berlebihan.
“Kalau bicara tanah yang benar-benar siap bangun tanpa nguruk, hampir tidak ada. Makanya kita terus kolaborasi dengan kepala desa dan PMK,” imbuhnya.

Beberapa titik yang belum terbangun berada di kawasan kota dan desa-desa yang TKD-nya terletak di wilayah desa lain, sehingga memerlukan proses tukar guling lahan.
“Prinsipnya Pemkab ingin semua KDKMP terbangun. Kalau 10 titik ini lahannya sudah siap, kita bangun sampai 100 persen,” pungkas Agus.

Dengan capaian 94 persen, KDKMP kini berdiri sebagai simbol harapan baru ekonomi desa. Tinggal selangkah lagi, Pamekasan berpeluang mencatat sejarah—koperasi tumbuh dari desa, oleh desa, dan untuk kesejahteraan desa.

Berita Terkait

Di Balik Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Alasan Mengabadikan Nama Mendiang Orang Tua di Setiap Jejak Kebaikan BIP
Tour Jatim Part II Tebar Jejak Amal Jariyah, BIP Foundation Abadikan Nama Ayahanda Lewat Pembangunan Asrama Umar Syarif di Ponpes Rimba Malang
Bos CV Ayunda Bambang Budianto Sentil Ketimpangan DBHCHT, Petani Tembakau Madura Diminta Tak Terus Jadi Korban
Dari Madura untuk Yogyakarta, Fastabiqul Khairat BIP Salurkan Rp100 Juta kepada Ratusan Anak Yatim Bumi Damai
Usai Gebyar Fastabiqul Khairat di Sumenep dan Pamekasan, BIP Tour Jatim II Kembali Gulirkan Aksi Kemanusiaan di Malang dan Kediri
Resepsi Keluarga dan Ultah Sang Istri Jadi Gebyar Fastabiqul Khairat, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Bagikan 3 Paket Umrah, Santunan Ratusan Juta, dan Sembako
Villa BIP di Pamekasan Bergema Gambusan, H. Ali Zainal Abidin Ajak Relawan Rayakan Kebahagiaan Setelah Seharian Menebar Manfaat
Nabi Zakaria dan Iblis Jadi Renungan di Peresmian Rumah Baru Keluarga Disabilitas , Founder BIP Ajak Tinggalkan Sifat Kikir

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:33 WIB

Di Balik Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Alasan Mengabadikan Nama Mendiang Orang Tua di Setiap Jejak Kebaikan BIP

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:09 WIB

Tour Jatim Part II Tebar Jejak Amal Jariyah, BIP Foundation Abadikan Nama Ayahanda Lewat Pembangunan Asrama Umar Syarif di Ponpes Rimba Malang

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

Bos CV Ayunda Bambang Budianto Sentil Ketimpangan DBHCHT, Petani Tembakau Madura Diminta Tak Terus Jadi Korban

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:01 WIB

Dari Madura untuk Yogyakarta, Fastabiqul Khairat BIP Salurkan Rp100 Juta kepada Ratusan Anak Yatim Bumi Damai

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:57 WIB

Usai Gebyar Fastabiqul Khairat di Sumenep dan Pamekasan, BIP Tour Jatim II Kembali Gulirkan Aksi Kemanusiaan di Malang dan Kediri

Berita Terbaru

Fauzo AS

Nasional

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Senin, 13 Jul 2026 - 22:39 WIB