Kemenkes Pastikan Belum Ada Kasus Terkonfirmasi Virus Nipah di Indonesia

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Kementerian Kesehatan memastikan hingga saat ini belum terdapat kasus terkonfirmasi pasien terinfeksi virus Nipah di Indonesia. Sejumlah kasus suspek yang dilaporkan di beberapa daerah telah dilakukan pemeriksaan laboratorium dengan seluruh hasil menunjukkan negatif.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kemenkes Sumarjaya dalam diskusi daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa, mengatakan tidak ada laporan kasus konfirmasi positif virus Nipah di Tanah Air, meskipun dalam periode 2024–2026 tercatat 16 kasus suspek.

“Semua hasil laboratoriumnya adalah negatif,” ujar Sumarjaya.

Ia menjelaskan, pada 2026 sejauh ini terdapat dua kasus suspek, masing-masing dilaporkan di Jawa Tengah dan Sulawesi Utara. Sementara pada 2025 terdapat sembilan kasus suspek dan pada 2024 tercatat lima kasus. Adapun provinsi yang melaporkan temuan suspek meliputi Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Barat.

Sumarjaya menyebutkan terdapat sejumlah faktor risiko masuknya virus Nipah ke Indonesia, antara lain adanya temuan virus tersebut pada kelelawar. Indonesia merupakan wilayah jelajah kelelawar buah yang diketahui dapat membawa virus Nipah.

Selain itu, faktor risiko lain adalah tingginya mobilitas penduduk serta kedekatan geografis dengan negara-negara yang pernah melaporkan kasus virus Nipah, seperti Malaysia, Singapura, dan Filipina. Kebiasaan berburu dan mengonsumsi daging kelelawar di sejumlah daerah juga menjadi faktor yang perlu diwaspadai.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya langkah pencegahan guna mencegah masuknya virus Nipah ke Indonesia, termasuk melalui penguatan pengawasan di titik-titik masuk internasional seperti pelabuhan dan bandara.

“Kita tahu penularannya melalui kontak erat. Risikonya memang relatif rendah, tetapi yang terpenting adalah upaya pencegahan,” kata Sumarjaya.

Berita Terkait

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hj. Ansari Sambangi MAN Sumenep, Dorong Lahirnya Generasi Emas Madura
Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?
Membanggakan! Rektor Unitomo Diganjar Penghargaan Gubernur Jatim, Direktur Kemdiktisaintek Turut Beri Pujian
727 Pelari Semarakkan Unitomo Friendship Run 2026, Kebersamaan Jadi Energi Dies Natalis ke-45
Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan
Muharram Jadi Momentum Meneladani Para Nabi, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Serukan Kesabaran dan Sifat Pemaaf
Air Mata Pecah di BIP Tour D’Jatim II, Founder BIP Tanggung Kontrakan 3 Tahun Ibu Yuliatin, Banfuan Ratusan Juta dan Santuni 1.000 Anak Yatim, Dhuafa dan Disabilitas
MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:53 WIB

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hj. Ansari Sambangi MAN Sumenep, Dorong Lahirnya Generasi Emas Madura

Senin, 27 Juli 2026 - 15:28 WIB

Membanggakan! Rektor Unitomo Diganjar Penghargaan Gubernur Jatim, Direktur Kemdiktisaintek Turut Beri Pujian

Minggu, 26 Juli 2026 - 12:27 WIB

727 Pelari Semarakkan Unitomo Friendship Run 2026, Kebersamaan Jadi Energi Dies Natalis ke-45

Senin, 13 Juli 2026 - 22:39 WIB

Jaksa dan Polri Bugil di Tengah Jalan

Minggu, 12 Juli 2026 - 12:38 WIB

Muharram Jadi Momentum Meneladani Para Nabi, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Serukan Kesabaran dan Sifat Pemaaf

Berita Terbaru