Daerah

JMP Apresiasi Aksi Sosial BIP Pecahkan Rekor MURI untuk Anak Yatim Rekor MURI BIP Pamekasan

PAMEKASAN — Gelombang apresiasi terus mengalir setelah Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) berhasil memecahkan rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan sosial yang menyentuh ribuan anak yatim.
Tidak hanya dari kalangan masyarakat, sejumlah organisasi pers dan puluhan media juga menyampaikan ucapan selamat atas capaian kemanusiaan tersebut. Salah satunya datang dari komunitas Jurnalis Muda Pamekasan (JMP).

Ketua JMP Pamekasan, Lutfiadi, SH, menilai keberhasilan BIP memecahkan rekor MURI bukan sekadar prestasi seremonial, tetapi bukti nyata bahwa gerakan sosial dapat memberi dampak besar bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang rekor, tetapi tentang kepedulian. Apa yang dilakukan BIP menunjukkan bahwa kemanusiaan masih hidup dan dapat menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ujar Lutfiadi.

Lutfiadi menhebut, kegiatan sosial yang melibatkan ribuan anak yatim tersebut merupakan contoh bahwa kekuatan kolaborasi antara relawan, masyarakat, dan lembaga sosial mampu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Sebelumnya, kegiatan sosial besar yang digelar BIP di Gedung Bakorwil IV Pamekasan pada Jumat (6/3/2026) sukses mengundang sekitar 3.000 anak yatim untuk mengikuti buka puasa bersama sekaligus belanja gratis kebutuhan Lebaran.

Acara tersebut bahkan langsung tercatat dalam MURI sebagai dua rekor sekaligus, yakni belanja gratis terbanyak dan pembagian set pakaian terbanyak untuk anak yatim di Indonesia.

Founder BIP Foundation, Ali Zainal Abidin, yang dikenal luas dengan panggilan Bang Ali Bani, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut ia persembahkan kepada para relawan yang selama ini setia terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

“Piagam MURI ini saya persembahkan untuk seluruh relawan BIP yang selama ini ikut berjuang bersama dalam setiap aksi sosial. Dan secara khusus saya persembahkan untuk kedua orang tua saya,” ungkapnya dengan haru.

Sosok Ali Zainal Abidin sendiri kini semakin dikenal luas sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan kepedulian terhadap anak-anak yatim. Bahkan sejumlah tokoh masyarakat menyematkan julukan “Abul Yatama”, yang berarti bapak bagi anak-anak yatim.

Julukan tersebut lahir dari dedikasinya yang tak henti-henti menghadirkan program sosial melalui BIP di berbagai daerah, mulai dari Pamekasan, Sumenep, hingga kota-kota besar lainnya.

Di Gedung Bakorwil Pamekasan, suasana haru sempat menyelimuti acara saat ribuan anak yatim tersenyum bahagia menerima santunan, pakaian Lebaran, serta menikmati hidangan berbuka puasa bersama.

Momen paling menggetarkan terjadi ketika 3.000 balon harapan dilepaskan ke langit Pamekasan, menjadi simbol doa dan cita-cita anak-anak yatim yang melambung bersama harapan masa depan yang lebih cerah.

Bagi banyak pihak, keberhasilan BIP memecahkan rekor MURI tidak sekadar menjadi catatan prestasi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial adalah kekuatan yang mampu menyatukan banyak orang untuk menebar kebaikan.

Gelombang ucapan selamat dari berbagai organisasi pers dan media pun menjadi bukti bahwa gerakan kemanusiaan seperti yang dilakukan BIP layak diapresiasi dan diharapkan dapat menginspirasi lahirnya lebih banyak aksi sosial di masa depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button