Nasional

Pemkab Wonosobo Pastikan Bapokting Aman dan Harga Stabil Selama Ramadhan

WONOSOBO – Pemerintah Kabupaten Wonosobo memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) selama Ramadhan 1447 Hijriah dalam kondisi aman dengan harga relatif stabil.

Bupati Afif Nurhidayat di Wonosobo, Selasa, mengatakan inflasi daerah masih terkendali pada angka 2,51 persen, bahkan pada Januari 2026 tercatat deflasi sebesar minus 0,51 persen.

“Meski tren harga relatif stabil, pemerintah daerah tidak boleh lengah. Kami menyiapkan strategi operasi pasar melalui pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan menggelar pasar murah pada 5–14 Maret 2026 di 182 titik desa. Melalui program subsidi tersebut, masyarakat dapat memperoleh paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir dengan nilai tebus Rp10.000.

“Stok pangan di Wonosobo aman. Masyarakat tidak perlu melakukan panic buying, belanjalah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Wonosobo Lintang Esti Pramanasari mengatakan berdasarkan laporan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM, hingga pekan terakhir stok beras, minyak goreng, dan gula pasir masih dalam kondisi aman.

“Fluktuasi harga masih dalam koridor terkendali. Kenaikan cukup tinggi terjadi pada cabai merah, namun itu merupakan fenomena nasional. Secara umum stok aman dan harga relatif stabil,” katanya.

Ia menambahkan, sasaran pasar murah diprioritaskan bagi masyarakat desil 1 dan desil 2 yang belum menerima bantuan sosial lainnya guna menghindari tumpang tindih penerima manfaat.

Selain pasar murah, pemkab juga akan melakukan pengawasan keamanan pangan di delapan pasar utama, serta mengintensifkan penyaluran beras SPHP dan Minyakita untuk meredam potensi gejolak harga menjelang Lebaran. Koordinasi dengan Perum Bulog, kecamatan, dan pemerintah desa terus diperkuat untuk memastikan distribusi berjalan lancar.

Ia menuturkan, antisipasi cuaca ekstrem dan potensi deflasi sektor hortikultura juga menjadi perhatian melalui penguatan kerja sama antardaerah, sebagai upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat hingga Idul Fitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button