SUMENEP – Kehangatan dan semangat inspirasi mewarnai kunjungan Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura), Hj. Ansari, S.Pd.I., ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sumenep. Kehadiran legislator perempuan asal Madura tersebut bukan sekadar agenda silaturahmi, tetapi menjadi momentum memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan wakil rakyat dalam mendorong lahirnya generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Kedatangan Hj. Ansari disambut hangat oleh Kepala MAN Sumenep beserta jajaran dewan guru. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Hj. Ansari berdialog secara langsung dengan pihak madrasah, mendengarkan berbagai masukan, serta menyerap aspirasi terkait kebutuhan dan tantangan dunia pendidikan.
Dialog tersebut menjadi bagian penting bagi Hj. Ansari untuk memahami kondisi pendidikan secara nyata di lapangan. Menurutnya, suara para pendidik dan pengelola lembaga pendidikan merupakan energi besar dalam memperjuangkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di Madura.
“Silaturahmi dan komunikasi langsung dengan para guru sangat penting. Dari sinilah kita mengetahui apa yang menjadi kebutuhan dan harapan dunia pendidikan agar bisa diperjuangkan bersama,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ansari didampingi sang suami tercinta, Taufadi, yang merupakan alumni MAN Sumenep tahun 1998, serta Agus Mulyono, sahabat karib sang suami. Kehadiran mereka semakin menambah suasana hangat dalam pertemuan bersama keluarga besar MAN Sumenep.
Hj. Ansari menyampaikan pesan penuh motivasi agar generasi muda Madura tidak pernah merasa kecil untuk memiliki mimpi besar. Menurutnya, pendidikan merupakan kunci utama dalam membuka jalan menuju masa depan yang lebih baik.
“Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh, jaga akhlak, dan jangan pernah takut bermimpi. Siapa pun bisa berhasil jika memiliki tekad, kerja keras, dan doa,” pesan Hj. Ansari.
Ia berharap MAN Sumenep terus menjadi madrasah yang melahirkan generasi cerdas, berakhlak, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Baginya, keberhasilan para alumni menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Hj. Ansari mencontohkan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo, yang juga merupakan alumni MAN Sumenep tahun 1998, sebagai salah satu figur yang menjadi inspirasi bahwa lulusan madrasah mampu berkiprah dan membawa perubahan bagi daerah.
“Semoga dari MAN Sumenep akan lahir semakin banyak generasi yang sukses, membawa nama baik almamater, serta memberikan manfaat bagi Madura dan bangsa Indonesia,” harapnya.
Ia menegaskan, kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia. Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan, keagamaan, pemberdayaan perempuan, serta berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata.
Sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari juga mengajak masyarakat memahami berbagai kebijakan publik, termasuk pengelolaan dana haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Menurutnya, dana setoran awal calon jemaah haji dikelola secara profesional, transparan, dan sesuai prinsip syariah sehingga mampu memberikan nilai manfaat bagi penyelenggaraan ibadah haji.
“Masyarakat perlu mendapatkan pemahaman yang benar agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas. Pengelolaan dana haji harus dipahami secara utuh karena manfaatnya kembali kepada umat,” tegasnya.
Kunjungan Hj. Ansari mendapat sambutan positif dari keluarga besar MAN Sumenep. Kehadirannya dinilai membawa semangat baru sekaligus memperkuat optimisme bahwa pendidikan di Madura mampu melahirkan generasi yang siap bersaing di tingkat nasional.
Bagi Hj. Ansari, pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga proses membangun karakter, menanamkan nilai pengabdian, serta membentuk generasi yang memiliki ilmu, akhlak, dan kepedulian sosial.
Ia berharap semakin banyak anak-anak Madura yang berani melangkah lebih jauh, menggapai cita-cita, dan kelak kembali membangun daerah dengan ilmu, dedikasi, serta integritas.
Penulis : Red










