JAKARTA — Nama Madura kembali mencuat di panggung nasional mahasiswa kependidikan. Dimas Hanafi Putra, delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Trunojoyo Madura (UTM), resmi dipercaya menjadi Koordinator Daerah (Korda) Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan Seluruh Indonesia (IMAKIPSI) Jawa Timur.
Keputusan tersebut lahir dalam Forum Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) IMAKIPSI yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 15–17 September 2026.
Forum nasional itu mempertemukan delegasi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk membahas arah gerakan mahasiswa kependidikan sekaligus memperkuat koordinasi organisasi di tingkat nasional dan daerah.
Di tengah forum tersebut, Dimas mendapat kepercayaan untuk mengemban amanah sebagai Korda IMAKIPSI Jawa Timur. Posisi ini sekaligus menempatkan delegasi dari UTM dan Madura dalam ruang strategis koordinasi mahasiswa kependidikan di Jawa Timur.
Amanah tersebut tidak hanya dipandang sebagai capaian organisasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk membawa berbagai persoalan pendidikan di Jawa Timur ke dalam ruang diskusi mahasiswa kependidikan.
Dimas menyampaikan bahwa jabatan yang diterimanya merupakan amanah yang harus dijalankan dengan kerja nyata dan kolaborasi.
“Ini bukan sekadar tentang posisi, tetapi tentang bagaimana kita membawa aspirasi mahasiswa kependidikan dan mengawal persoalan pendidikan yang ada di Jawa Timur. Saya ingin membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat antarmahasiswa,” ujar Dimas.
Menurutnya, Jawa Timur memiliki karakter pendidikan yang sangat beragam. Persoalan pendidikan di wilayah perkotaan memiliki tantangan berbeda dengan daerah pedesaan, kepulauan, maupun wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Karena itu, mahasiswa kependidikan dinilai perlu mengambil peran lebih aktif dalam membaca persoalan tersebut melalui kajian, diskusi, advokasi, dan kolaborasi.
“Setiap daerah memiliki persoalan yang berbeda. Jawa Timur tidak hanya berbicara tentang wilayah perkotaan, tetapi juga Madura dan kepulauan. Semua memiliki persoalan pendidikan yang perlu mendapat perhatian,” katanya.
Sebagai Korda IMAKIPSI Jawa Timur, Dimas berkomitmen memperkuat komunikasi antarorganisasi mahasiswa kependidikan di berbagai kampus.
Ia juga mendorong agar gerakan mahasiswa tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan kontribusi yang dapat dirasakan oleh masyarakat.
Terpilihnya Dimas sekaligus menjadi momentum bagi BEM FKIP UTM untuk memperluas kontribusi mahasiswa Madura dalam forum mahasiswa tingkat regional dan nasional.
Dari Jakarta, amanah baru itu kini dibawa pulang ke Jawa Timur. Tantangannya bukan lagi sekadar bagaimana mempertahankan kepercayaan, tetapi bagaimana menjadikan mandat tersebut sebagai ruang kerja bersama untuk mengawal masa depan pendidikan.
Dengan pengalaman dan jejaring yang terbentuk melalui forum nasional tersebut, Dimas membawa satu agenda utama: memperkuat suara mahasiswa kependidikan Jawa Timur agar tetap kritis, konstruktif, dan dekat dengan persoalan pendidikan di masyarakat.











