Karya Bakti TNI AD di Madura Segera Dimulai, Ratusan Infrastruktur Akan Dikerjakan dari Jembatan hingga RTLH dan Ribuan Program Sosial Digelar di Empat Kabupaten

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MADURA – Pulau Madura akan menjadi pusat perhatian nasional pada pertengahan tahun 2026. Selama dua bulan penuh, mulai 1 Juli hingga 31 Agustus 2026, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) akan menggelar Karya Bakti TNI AD Skala Besar yang mencakup empat kabupaten sekaligus, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Program yang berada di bawah tanggung jawab langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) tersebut diproyeksikan menjadi salah satu kegiatan pengabdian dan pembangunan terbesar yang pernah dilaksanakan di Pulau Garam. Ribuan prajurit TNI akan bergotong royong bersama masyarakat membangun infrastruktur, meningkatkan kualitas kesehatan, memperbaiki lingkungan, serta menghadirkan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga.

Berdasarkan data sementara, sedikitnya terdapat 502 sasaran fisik yang akan dikerjakan selama pelaksanaan program. Sasaran tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan 33 jembatan, 47 sumur bor, 20 tempat ibadah, 400 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan MCK, serta 2 sekolah yang tersebar di seluruh wilayah Madura.

 

 

 

 

Selain pembangunan fisik, TNI AD juga menyiapkan berbagai program nonfisik yang bernilai kemanusiaan tinggi. Sedikitnya 355 operasi katarak gratis, 1.000 kantong donor darah, 300 anak peserta khitan massal, 400 peserta bakti kesehatan, 200 titik bakti lingkungan, serta 4 operasi bibir sumbing akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan tersebut.

 

 

 

 

Di bidang lingkungan hidup, TNI AD juga menyiapkan gerakan penghijauan besar-besaran melalui penanaman 2.000 pohon trembesi di berbagai lokasi strategis sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau bagi generasi mendatang.

 

 

 

 

Dari empat kabupaten yang menjadi lokasi kegiatan, Sumenep menjadi wilayah dengan sasaran terbanyak yakni 142 titik, disusul Pamekasan 124 titik, Bangkalan 123 titik, dan Sampang 113 titik.

 

 

 

 

Namun demikian, jumlah sasaran tersebut masih bersifat dinamis dan berpotensi terus bertambah. Hingga saat ini, jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan unsur terkait masih melakukan pendataan serta verifikasi kebutuhan masyarakat di lapangan.

 

 

 

 

Karena itu, tidak menutup kemungkinan sejumlah program fisik maupun nonfisik lainnya akan ditambahkan sesuai kebutuhan dan kondisi riil masyarakat di masing-masing daerah. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat Karya Bakti TNI AD benar-benar tepat sasaran dan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Madura.

 

 

 

 

Upacara pembukaan kegiatan direncanakan digelar di Lapangan Nagara Bhakti Mandhapa Agung Ronggo Sukowati, Pamekasan, yang diperkirakan akan dihadiri ribuan peserta dari unsur TNI, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, hingga warga dari berbagai penjuru Madura. Sejumlah perwira tinggi TNI berbintang juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan yang diprediksi menjadi perhatian nasional tersebut.

 

 

 

 

Karya Bakti TNI AD sendiri merupakan salah satu program unggulan yang selama ini menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui program tersebut, TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga kedaulatan negara, tetapi juga hadir secara langsung membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan, pelayanan sosial, dan kegiatan kemanusiaan.

 

 

 

 

Antusiasme masyarakat menjelang pelaksanaan kegiatan pun mulai terlihat. Banyak warga menyambut baik program tersebut karena dinilai mampu menghadirkan solusi nyata bagi berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari akses air bersih, hunian layak, fasilitas pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga pelestarian lingkungan.

Dengan semangat “Bersama Rakyat TNI Kuat”, Karya Bakti TNI AD Skala Besar 2026 diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak berupa bangunan dan fasilitas yang berdiri kokoh, tetapi juga menghadirkan harapan baru, mempererat persatuan, serta menjadi simbol kuat sinergi antara TNI dan rakyat dalam membangun Madura yang lebih maju, hijau, dan sejahtera.

Berita Terkait

Resmikan Kontes Bergengsi se-Jatim, Dandim Sumenep: Merawat Bonsai Sama dengan Menanam Nilai Kesabaran dan Kebersamaan
Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun
CV Ayunda Hadirkan Program Pembinaan Berbasis Agribisnis, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Masa Depan
Pendopo Bani Group Menjadi Saksi, Isyarat Garuda Wan Sehan Menguatkan Tekad H. Ali Zainal Abidin dalam Melanjutkan Perjuangan Kemanusiaan
BIP Foundation Dibubarkan, Namun Amal dan Jejak Kemanusiaannya Akan Terus Hidup
Di Balik Polemik Bantuan Rp2 Miliar, Bang Ali Ungkap Alasan Mengabadikan Nama Mendiang Orang Tua di Setiap Jejak Kebaikan BIP
Tour Jatim Part II Tebar Jejak Amal Jariyah, BIP Foundation Abadikan Nama Ayahanda Lewat Pembangunan Asrama Umar Syarif di Ponpes Rimba Malang
Bos CV Ayunda Bambang Budianto Sentil Ketimpangan DBHCHT, Petani Tembakau Madura Diminta Tak Terus Jadi Korban

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmikan Kontes Bergengsi se-Jatim, Dandim Sumenep: Merawat Bonsai Sama dengan Menanam Nilai Kesabaran dan Kebersamaan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 18:15 WIB

Polresta Sumenep: Pangkat Naik, Pintu Informasi Turun

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:47 WIB

CV Ayunda Hadirkan Program Pembinaan Berbasis Agribisnis, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Masa Depan

Jumat, 17 Juli 2026 - 12:42 WIB

Pendopo Bani Group Menjadi Saksi, Isyarat Garuda Wan Sehan Menguatkan Tekad H. Ali Zainal Abidin dalam Melanjutkan Perjuangan Kemanusiaan

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:09 WIB

BIP Foundation Dibubarkan, Namun Amal dan Jejak Kemanusiaannya Akan Terus Hidup

Berita Terbaru

Fauzo AS

Nasional

Sumenep Kepulauan: Mengganti Nama atau Mengganti Nasib?

Senin, 3 Agu 2026 - 20:09 WIB