Penyaluran Zakat Tukang Becak di Pamekasan Tersandung Masalah Data
PAMEKASAN – Agenda penyaluran bantuan zakat mal bagi tukang becak di Kabupaten Pamekasan yang digelar di Pendopo Kabupaten Pamekasan diwarnai polemik terkait keakuratan data penerima manfaat. Kegiatan tersebut menghadirkan sekitar 200 tukang becak dan merupakan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dengan lembaga sosial Bani Insan Peduli.
Dalam kegiatan tersebut, bantuan berupa paket sembako sepenuhnya disediakan oleh pihak Bani Insan Peduli. Sementara data penerima manfaat disesuaikan dengan daftar yang diajukan oleh pihak Pemkab Pamekasan. Salah satu persyaratan bagi penerima bantuan adalah wajib membawa alat profesinya, yakni becak, sebagai bukti bahwa mereka benar-benar berprofesi sebagai tukang becak.
Pada awal kegiatan, proses penyaluran bantuan berlangsung lancar dan tertib. Namun, setelah penyaluran berjalan beberapa waktu, pihak penyelenggara menemukan sejumlah penerima yang datang tanpa membawa becak. Bahkan, di antara nama yang tercantum dalam daftar penerima, terdapat beberapa orang yang diketahui masih berusia anak-anak.
Temuan tersebut memicu pertanyaan dari pihak Bani Insan Peduli terkait validitas data penerima yang diajukan.
“Sebenarnya keinginan dari pihak Bani Insan Peduli konsep kegiatannya tidak seperti ini. Kami berharap para penerima bisa membawa becaknya,” tegas salah satu pengurus Bani Insan Peduli saat ditemui di lokasi kegiatan.
Situasi tersebut sempat menimbulkan kebingungan di lapangan mengenai pihak yang harus bertanggung jawab atas ketidaksesuaian data penerima bantuan. Pihak yang ditunjuk untuk mengoordinir kegiatan dinilai belum memberikan penjelasan yang memuaskan kepada Bani Insan Peduli sebagai pihak penyedia bantuan.

Bahkan, pihak Bani Insan Peduli mengaku merasa dimanipulasi terkait data penerima manfaat. Saat dimintai pertanggungjawaban, koordinator di lapangan hanya memberikan penjelasan singkat.
“Ini kebanyakan dari pihak tukang becak yang dari jauh,” ungkap salah satu penanggung jawab dengan nada sedikit gemetar ketika dimintai keterangan oleh pihak Bani Insan Peduli.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang bertanggung jawab atas penyusunan data penerima manfaat masih belum dapat ditemui untuk dimintai keterangan terkait alasan banyaknya penerima yang tidak membawa becak, bahkan terdapat penerima yang dinilai tidak memenuhi persyaratan karena masih tergolong anak-anak.



