Sumenep Dapat Suntikan Energi Baru, PLTS 2 MW Siap Terangi Wilayah Kepulauan

SUMENEP – Kabar menggembirakan datang bagi masyarakat kepulauan di Kabupaten Sumenep. Pemerintah Kabupaten Sumenep resmi mendapatkan hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2 Megawatt (MW) dari PT Torang IWIP Berbakti.
Bantuan ini menjadi langkah besar dalam memperkuat pasokan listrik di wilayah kepulauan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan energi.
Penandatanganan kerja sama hibah tersebut dilakukan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPI Danantara serta Yayasan Torang IWIP Berbakti atas kepeduliannya terhadap masyarakat kepulauan di Sumenep.
Menurutnya, hibah PLTS tersebut tidak hanya berupa panel surya, tetapi juga dilengkapi dengan baterai penyimpanan energi berkapasitas 8 MW yang diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan listrik bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini. Bantuan PLTS sangat berarti bagi masyarakat kepulauan yang selama ini membutuhkan pasokan listrik yang lebih stabil dan berkelanjutan,” ujar Bupati Fauzi.
Pemerintah daerah merencanakan pemasangan PLTS tersebut di Desa Pagerungan Kecil, Kecamatan Sapeken, serta di Pulau Gili Labak, Kecamatan Talango. Kedua wilayah ini dikenal sebagai kawasan kepulauan yang memiliki kebutuhan listrik cukup tinggi, terutama untuk menunjang aktivitas rumah tangga, ekonomi masyarakat, hingga sektor pariwisata.
Bupati menjelaskan, tingkat elektrifikasi Kabupaten Sumenep beberapa tahun terakhir terus mengalami peningkatan signifikan. Jika pada tahun 2021 rasio elektrifikasi masih berada di kisaran 71 persen, maka pada tahun 2025 angka tersebut berhasil melonjak hingga sekitar 92 persen berkat berbagai upaya dan dukungan dari berbagai pihak.
Dengan hadirnya PLTS di wilayah kepulauan, pemerintah berharap pemerataan akses energi dapat semakin terwujud. Pasokan listrik yang stabil diyakini akan mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di daerah terpencil.
“Keberadaan PLTS ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat secara lebih optimal, khususnya di Pagerungan Kecil dan Gili Labak. Ini bagian dari upaya menghadirkan keadilan energi bagi masyarakat kepulauan,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah antara Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Yayasan Torang IWIP Berbakti, serta Perjanjian Kerja Sama antara Pemkab Sumenep dan PT PLN (Persero) terkait pengelolaan serta pemanfaatan PLTS tersebut.
CEO BPI Danantara, Rosan P. Roeslani, berharap proyek pembangunan PLTS dapat segera diselesaikan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secepat mungkin.
“Kami berharap pengerjaan proyek ini bisa selesai pada Mei 2026 sehingga masyarakat kepulauan dapat segera menikmati listrik dari energi terbarukan ini,” katanya.
Program pengembangan energi terbarukan di wilayah kepulauan sendiri merupakan bagian dari program strategis pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang menargetkan perluasan akses energi hingga ke wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.
Dengan hadirnya PLTS tersebut, harapan baru pun tumbuh di tengah masyarakat kepulauan Sumenep. Bukan sekadar listrik yang menyala, tetapi juga masa depan yang lebih terang bagi kehidupan dan pembangunan di daerah kepulauan



