Tinjau EduFarming Fauzi Mami Muda di Sumenep, Pangdam Brawijaya Apresiasi Inovasi Lokal

Minggu, 8 Maret 2026 - 23:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP— Kunjungan Pangdam Kodam V/Brawijaya, Rudy Saladin, ke lokasi proyek EduFarming Fauzi Mami Muda di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, Minggu (8/3/2026), menjadi momentum penting yang sarat makna edukatif sekaligus inspiratif bagi masyarakat.

Kunjungan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban. Pangdam tidak sekadar hadir secara seremonial, melainkan meninjau langsung area pengembangan EduFarming yang dirancang sebagai pusat pembelajaran peternakan bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Di lokasi tersebut, konsep EduFarming diperkenalkan sebagai metode belajar yang memadukan teori dan praktik secara langsung. Masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan dasar tentang beternak, tetapi juga memahami bagaimana mengelola peternakan secara modern, produktif, serta berkelanjutan.

Bagi banyak pihak, program ini menjadi contoh nyata bahwa sektor peternakan bukan sekadar pekerjaan tradisional.

Jika dikelola dengan ilmu pengetahuan, manajemen yang baik, serta dukungan teknologi, sektor ini memiliki potensi ekonomi besar sekaligus mampu memperkuat ketahanan pangan daerah.
Mayjen TNI Rudy Saladin mengapresiasi inisiatif tersebut. Menurutnya, konsep EduFarming merupakan langkah strategis untuk membuka ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Program seperti ini sangat positif karena dapat menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan masyarakat di sektor peternakan,” ujarnya saat meninjau langsung aktivitas di lokasi EduFarming.

Ia menegaskan bahwa pembangunan ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat melalui berbagai inovasi di tingkat lokal.

Dengan adanya pusat edukasi seperti ini, generasi muda diharapkan semakin tertarik untuk mengenal dunia peternakan yang kini berkembang dengan pendekatan manajemen modern, teknologi, serta sistem produksi yang lebih efisien.

Sementara itu, penggagas EduFarming, Fauzi Mami Muda, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Pangdam V/Brawijaya yang dinilai memberikan motivasi besar bagi pengembangan program tersebut.

Ia menegaskan bahwa EduFarming di Desa Matanair tidak hanya dibangun sebagai tempat belajar beternak, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan sektor peternakan.

“Kami berharap EduFarming ini bisa menjadi tempat belajar yang terbuka bagi masyarakat. Tidak hanya memahami cara beternak, tetapi juga membangun pola pikir mandiri dalam mengembangkan usaha berbasis peternakan,” ungkapnya.

Menurut Fauzi, jika generasi muda mulai tertarik pada sektor peternakan yang dikelola secara modern, maka peluang kemandirian pangan di daerah akan semakin kuat.

Kunjungan Pangdam V/Brawijaya ini sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung berbagai program pemberdayaan serta pembangunan di daerah.

Lebih dari sekadar kunjungan kerja, pertemuan tersebut menghadirkan pesan penting bahwa masa depan ketahanan pangan tidak hanya dibangun dari kota-kota besar, tetapi juga dari desa-desa yang berani berinovasi serta menjadikan ilmu pengetahuan sebagai fondasi pembangunan.

Jika dikelola dengan baik, EduFarming di Desa Matanair berpotensi menjadi model pembelajaran peternakan yang tidak hanya mencerdaskan masyarakat, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Sumenep.

Berita Terkait

HM Cafe dan Billiard di Kota Keris Sumenep Resmi Beroperasi, Harapan Baru Lahirkan Atlet Biliar dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
CV Ayunda Permata Sejahtera Gelar Sholawat Akbar dan Santunan 600 Anak Yatim, Tuntaskan Target 1.000 Penerima di Muharram 1448 H
Malam Puncak Haflatul Imtihan Nurul Falah Al-Amin Pamekasan, Tekankan Etika dan Moral
Founder BIP Tinjau Pembangunan Padepokan K Baher “Aoleng Bersama Allah” di Sumenep, Dorong Percepatan dan Perluasan
Karya Bakti TNI AD di Madura Segera Dimulai, Ratusan Infrastruktur Akan Dikerjakan dari Jembatan hingga RTLH dan Ribuan Program Sosial Digelar di Empat Kabupaten
BIP Guncang Lapas Pamekasan: Rp2 Miliar Digelontorkan, Ribuan Warga Binaan Terima Rp500 Ribu, 700 Kasur, Lukisan Founder Dihargai Rp10 Juta
BIP Hadirkan Harapan di Lapas Pamekasan, Rp2 Miliar, MoU Peternakan, dan Pesan Mengharukan
Gelombang Kemanusiaan BIP Terus Mengalir, Usai Santunan Muharram untuk Ribuan Yatim Kini Menyapa Penghuni Lapas Kelas IIA Pamekasan

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24 WIB

HM Cafe dan Billiard di Kota Keris Sumenep Resmi Beroperasi, Harapan Baru Lahirkan Atlet Biliar dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:44 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Gelar Sholawat Akbar dan Santunan 600 Anak Yatim, Tuntaskan Target 1.000 Penerima di Muharram 1448 H

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:01 WIB

Malam Puncak Haflatul Imtihan Nurul Falah Al-Amin Pamekasan, Tekankan Etika dan Moral

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:54 WIB

Founder BIP Tinjau Pembangunan Padepokan K Baher “Aoleng Bersama Allah” di Sumenep, Dorong Percepatan dan Perluasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:21 WIB

Karya Bakti TNI AD di Madura Segera Dimulai, Ratusan Infrastruktur Akan Dikerjakan dari Jembatan hingga RTLH dan Ribuan Program Sosial Digelar di Empat Kabupaten

Berita Terbaru

Nasional

MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:57 WIB