PAMEKASAN — Dukungan terhadap pemuda tani di Pamekasan tidak berhenti pada sponsorship. Ayunda Group menunjukkan langkah yang lebih konkret dengan ikut membeli dan memborong produk yang dihasilkan Pemuda Tani.
Langkah tersebut dilakukan H. Bambang Budianto di tengah upaya mendorong produk pertanian lokal agar tidak hanya berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi dan memiliki pasar yang lebih luas.
Bagi H. Bambang, dukungan terhadap pelaku usaha dan pemuda tani tidak cukup hanya dengan hadir sebagai sponsor dalam sebuah kegiatan. Dukungan akan lebih berarti ketika produk yang mereka hasilkan juga ikut dibeli dan mendapatkan ruang untuk berkembang.
Salah satu produk yang menjadi perhatian adalah olahan berbahan dasar singkong.
Selama ini, singkong lebih banyak dikenal sebagai komoditas pertanian dengan nilai jual yang relatif sederhana. Namun melalui kreativitas dan inovasi pemuda tani, bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
H. Bambang pun melihat potensi tersebut sebagai peluang yang perlu terus didorong.
Pembelian produk Pemuda Tani oleh Ayunda Group menjadi bentuk dukungan nyata sekaligus pesan bahwa produk lokal memiliki peluang untuk berkembang apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha.
Bukan Sekadar Dibeli
Langkah H. Bambang memborong produk Pemuda Tani bukan sekadar transaksi. Di balik pembelian tersebut terdapat dorongan agar para pemuda semakin percaya diri mengembangkan produk yang mereka hasilkan.
Sebab, salah satu tantangan pelaku usaha kecil adalah memastikan produk yang dibuat memiliki pasar.
Ketika produk dibeli, pelaku usaha mendapatkan perputaran modal. Ketika produk terus dikenalkan, peluang pasar pun semakin terbuka.
Dukungan seperti itu diharapkan dapat membangun ekosistem usaha yang saling menguatkan antara petani, pemuda pengolah produk dan dunia usaha.
Ayunda Group ingin agar keberadaan pemuda tani tidak hanya dipandang dari sisi kegiatan pertaniannya, tetapi juga dari kemampuan mereka menciptakan produk yang memiliki nilai ekonomi.
Dorong Singkong Pamekasan Naik Kelas
Potensi singkong Pamekasan dinilai masih sangat terbuka untuk dikembangkan. Kuncinya bukan hanya pada produksi, tetapi juga bagaimana komoditas tersebut diolah, dikemas dan dipasarkan secara lebih profesional.
Dengan sentuhan inovasi, singkong dapat memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika hanya dijual sebagai bahan mentah.
Karena itu, dukungan terhadap Pemuda Tani menjadi bagian dari upaya mendorong hilirisasi produk pertanian lokal.
H. Bambang berharap langkah sederhana tersebut dapat menjadi pemantik bagi lebih banyak pihak untuk ikut membeli dan menggunakan produk hasil karya masyarakat Pamekasan.
Sebab, produk lokal tidak akan berkembang hanya dengan pujian. Produk membutuhkan pasar, konsumen dan dukungan nyata agar pelaku usaha dapat terus berproduksi.
Melalui langkah tersebut, Ayunda Group menunjukkan bahwa sponsorship dapat memiliki makna yang lebih luas ketika diikuti dengan keterlibatan langsung.
Dari produk yang diborong, muncul harapan agar pemuda tani semakin berani berinovasi, singkong Pamekasan semakin bernilai, dan produk lokal mampu menembus pasar yang lebih luas.
Pada akhirnya, dukungan terhadap produk lokal bukan hanya soal membantu satu kelompok usaha. Lebih jauh, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi masyarakat dan membuka ruang bagi generasi muda Pamekasan untuk tumbuh melalui potensi daerahnya sendiri.











