MALANG, Jumat, 10 Juli 2026 – Hari pertama pelaksanaan BIP Tour D’Jatim Part II menjadi momentum penuh haru sekaligus membahagiakan ribuan masyarakat di Kabupaten Malang. Di bulan Muharram yang dimuliakan Allah SWT, Bani Insan Peduli (BIP) Foundation kembali membuktikan bahwa gerakan Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan, melainkan aksi nyata yang terus bergerak menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dipimpin langsung Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, rombongan relawan BIP mengawali safari kemanusiaannya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati lokasi kegiatan untuk mengikuti rangkaian santunan akbar yang dipusatkan bagi sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas.

Pada hari pertama tersebut, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah. Selain santunan kepada anak yatim, dhuafa, dan penyandang disabilitas, BIP juga menyerahkan bantuan rehabilitasi madrasah sebesar Rp100 juta, bantuan satu unit laptop dan printer untuk menunjang operasional yayasan, serta membagikan tas sekolah kepada anak-anak agar mereka semakin bersemangat menyambut tahun ajaran baru.
Namun, di balik ribuan senyum anak yatim, terdapat satu kisah yang membuat suasana berubah menjadi sangat mengharukan.
Seorang ibu bernama Yuliatin hadir dengan kondisi fisik yang belum pulih usai menjalani operasi. Ujian hidup datang silih berganti. Belum sembuh sepenuhnya, ia harus menerima kenyataan pahit karena suaminya meninggal dunia, meninggalkan dirinya bersama tiga orang anak yang masih membutuhkan kasih sayang, pendidikan, dan biaya hidup.
Kondisi ekonomi yang sulit membuat Yuliatin bahkan tidak memiliki kepastian untuk membayar biaya kontrakan rumah yang selama ini ditempati bersama anak-anaknya.
Mendengar kisah tersebut, Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, langsung mengambil keputusan yang disambut haru ribuan jamaah.
Tanpa berpikir panjang, ia menyatakan siap menanggung biaya kontrakan rumah Ibu Yuliatin selama tiga tahun, sekaligus memberikan santunan kepada ketiga anaknya agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Tangis haru pun pecah. Yuliatin tak kuasa menahan air mata. Di tengah ujian hidup yang begitu berat, bantuan itu menjadi harapan baru bagi keluarganya.
Dalam sambutannya, H. Ali Zainal Abidin mengatakan, bulan Muharram merupakan bulan yang sangat istimewa untuk memperbanyak amal saleh, terutama memuliakan anak yatim.
“Kalau sudah berbicara tentang anak yatim, BIP selalu all in. Kami tidak pernah menghitung berapa yang harus dikeluarkan. Selama Allah SWT masih memberikan rezeki dan kemampuan, insyaallah kami akan terus bersama anak-anak yatim. Mereka adalah amanah Allah yang harus kita muliakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, Muharram merupakan bulan yang penuh keberkahan dan menyimpan banyak peristiwa besar dalam sejarah para nabi sebagai bukti pertolongan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya.
“Di bulan Muharram terdapat banyak peristiwa agung yang menjadi pelajaran bagi umat Islam. Di antaranya Nabi Yusuf AS memperoleh pertolongan Allah hingga keluar dari penjara, Nabi Isa AS diangkat oleh Allah SWT, serta berbagai peristiwa penting lainnya yang menunjukkan kebesaran dan kasih sayang Allah kepada para nabi. Karena itu, mari kita jadikan Muharram sebagai momentum memperbanyak amal saleh dan berbagi kepada sesama,” tuturnya.
Menurutnya, Islam memberikan perhatian yang sangat besar kepada anak yatim. Bahkan Allah SWT memberikan peringatan keras kepada siapa saja yang mengabaikan dan tidak peduli kepada mereka.
“Bagi BIP, siapa pun yang tidak peduli kepada anak yatim adalah pendusta agama. Allah SWT telah mengingatkan agar kita tidak menghardik anak yatim. Karena itu, kepedulian kepada mereka bukan hanya bentuk kemanusiaan, tetapi juga bagian dari menjalankan nilai-nilai agama,” tegasnya.
Ia memastikan santunan anak yatim akan terus menjadi program utama BIP Foundation sepanjang tahun.
“Santunan anak yatim di BIP Foundation bukan kegiatan musiman. Muharram hanya membuat skalanya lebih besar. Di bulan-bulan lain kami tetap bergerak. Kami ingin kebahagiaan anak-anak yatim tidak hanya hadir setahun sekali. Untuk anak yatim, BIP akan selalu all in,” katanya.
Pada kesempatan itu, H. Ali Zainal Abidin juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan agar BIP Foundation senantiasa diberikan keikhlasan dan kemampuan untuk terus menebar manfaat.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia. Doakan BIP Foundation agar selalu diberikan keikhlasan, kesehatan, umur yang penuh keberkahan, serta rezeki yang halal sehingga kami bisa terus istiqamah menggelar kegiatan sosial secara masif melalui gerakan Fastabiqul Khairat. Semoga semakin banyak anak yatim yang tersenyum, semakin banyak kaum dhuafa yang terbantu, semakin banyak madrasah, masjid, pesantren, dan yayasan yang merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Hari pertama BIP Tour D’Jatim Part II di Malang menjadi bukti bahwa setiap perjalanan BIP bukan sekadar agenda seremonial, tetapi benar-benar menghadirkan solusi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, pada hari kedua, Sabtu (11 Juli 2026), rombongan BIP Foundation dijadwalkan melanjutkan perjalanan kemanusiaan ke Kabupaten Kediri untuk melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Asrama Umar Syarif di lingkungan Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, sekaligus menggelar santunan akbar sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan para santri.
Sebelumnya, beberapa hari sebelum BIP Tour D’Jatim Part II digelar, BIP Foundation lebih dahulu menggelar bakti sosial masif bertajuk Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep. Momentum yang semula merupakan resepsi pernikahan Ratu dan Firas, keponakan Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin, yang dipadukan dengan perayaan ulang tahun sang istri, Fitria, disulap menjadi panggung besar kepedulian sosial.
Melalui kegiatan tersebut, BIP Foundation membahagiakan ribuan anak yatim dan kaum dhuafa dengan santunan, pembagian sembako, hadiah uang tunai, serta pengundian tiga paket umrah gratis. Tidak hanya itu, keluarga besar BIP juga membagikan hadiah kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang Allah SWT titipkan kepada keluarga mereka.
Sebelum rangkaian Gebyar Fastabiqul Khairat, BIP Foundation juga telah meresmikan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, meresmikan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, memberikan santunan kepada lansia dan penyandang disabilitas, membagikan ribuan seragam sekolah kepada anak yatim dan dhuafa, serta menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan di sejumlah daerah.
Jejak pengabdian BIP Foundation juga telah menjangkau berbagai wilayah di Jawa Timur. Melalui BIP Tour sebelumnya, lembaga tersebut menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan, meliputi pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak produktif, penguatan aset yayasan, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih. Berbagai program sosial lainnya seperti bedah rumah kaum dhuafa, bantuan kesehatan, pendidikan, rumah ibadah, hingga santunan rutin anak yatim terus dijalankan secara berkesinambungan.
Karena bagi H. Ali Zainal Abidin, kebahagiaan sejati bukanlah ketika harta berhasil dikumpulkan, melainkan ketika harta itu mampu menghapus air mata, menghidupkan harapan, dan menghadirkan senyum bagi mereka yang sedang berada dalam kesulitan. Itulah semangat Fastabiqul Khairat yang terus dijaga BIP Foundation—berlomba-lomba dalam kebaikan, bergerak tanpa henti, dan menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi umat.











