MALANG – Bagi Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, berlomba-lomba dalam kebaikan tidak berhenti pada membagikan santunan. Lebih dari itu, setiap langkah kemanusiaan harus mampu meninggalkan jejak yang manfaatnya terus hidup lintas generasi. Semangat itulah yang kembali diwujudkan dalam rangkaian BIP Tour D’Jatim Part II melalui penyaluran bantuan pembangunan Asrama Umar Syarif di Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2026).
Pada kegiatan tersebut, Founder BIP Foundation H. Ali Zainal Abidin diwakili oleh Tim Khusus (Timsus) dan keluarga besar BIP Foundation untuk menyerahkan bantuan pembangunan asrama sekaligus memberikan santunan kepada ratusan anak yatim dan kaum dhuafa sebagai bagian dari gerakan Fastabiqul Khairat yang terus digaungkan BIP Foundation.
Kedatangan rombongan BIP Foundation disambut hangat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, Ustaz Rifqy Ja’far Tholib, para santri, tokoh agama, dan masyarakat sekitar. Di tengah suasana penuh kekeluargaan, doa-doa dipanjatkan agar pembangunan asrama berjalan lancar dan segera menjadi rumah bagi para santri dalam menimba ilmu agama.
Bantuan pembangunan Asrama Umar Syarif bukan sekadar pembangunan sebuah bangunan fisik. Lebih dari itu, asrama tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembinaan generasi Qurani yang kelak akan melahirkan para penghafal Al-Qur’an, dai, pendidik, dan pemimpin umat yang berakhlakul karimah.
Nama Umar Syarif diabadikan sebagai bentuk bakti dan penghormatan kepada almarhum ayahanda Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin. Keluarga besar BIP Foundation berharap setiap huruf Al-Qur’an yang dibaca, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap amal kebaikan yang lahir dari asrama tersebut menjadi pahala jariyah yang terus mengalir tanpa terputus.
Pembangunan asrama telah dimulai sejak beberapa pekan lalu dan saat ini terus dikebut. BIP Foundation menargetkan pembangunan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga bulan sehingga dapat segera ditempati para santri dan dimanfaatkan sebagai pusat pembinaan pendidikan Islam.
Pondok Pesantren Rimba Wonoagung sendiri merupakan pesantren takhassus yang berdiri di kawasan perbukitan Kasembon. Selain membekali santri dengan ilmu agama, pesantren ini juga mengembangkan pendidikan berbasis kemandirian melalui pertanian, perkebunan, peternakan, dan kewirausahaan. Seluruh santri menempuh pendidikan tanpa dipungut biaya sebagai bagian dari misi dakwah dan pemberdayaan umat.
Pengasuh Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, Ustaz Rifqy Ja’far Tholib, menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan dan kepedulian BIP Foundation.
“Kami bersyukur kepada Allah SWT dan mengucapkan terima kasih kepada Bapak H. Ali Zainal Abidin beserta keluarga besar BIP Foundation. Bantuan pembangunan Asrama Umar Syarif ini bukan hanya membangun gedung, tetapi juga membangun masa depan para santri. Insya Allah, dari tempat ini akan lahir generasi penghafal Al-Qur’an, dai, dan pemimpin umat yang membawa keberkahan bagi bangsa dan agama,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pesantren dan BIP Foundation terus terjalin sehingga semakin banyak program pendidikan dan kemanusiaan yang dapat diwujudkan.
“Kami mendoakan semoga Allah SWT memberikan kesehatan, umur yang berkah, rezeki yang halal dan luas kepada Bapak H. Ali Zainal Abidin beserta seluruh keluarga besar BIP Foundation. Semoga setiap amal yang dilakukan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir untuk almarhum Umar Syarif dan menjadi pemberat timbangan amal di akhirat kelak,” tuturnya.
Selain bantuan pembangunan asrama, Timsus BIP Foundation juga menyerahkan santunan kepada ratusan anak yatim dan kaum dhuafa. Santunan tersebut menjadi bagian dari komitmen BIP Foundation yang selama ini menjadikan anak yatim sebagai prioritas utama dalam setiap gerakan sosialnya.
Kegiatan di Ponpes Rimba merupakan kelanjutan dari hari pertama BIP Tour D’Jatim Part II di Kabupaten Malang yang menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah kepada sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas. Dalam kegiatan tersebut, BIP Foundation juga menyerahkan bantuan rehabilitasi madrasah sebesar Rp100 juta, bantuan laptop dan printer untuk operasional yayasan, ratusan tas sekolah, hingga bantuan biaya kontrakan rumah selama tiga tahun bagi Yuliatin yang tengah menghadapi ujian hidup setelah menjalani operasi dan ditinggal wafat suaminya.
Sebelumnya, BIP Foundation juga menggelar Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep yang menghadirkan ribuan anak yatim dan kaum dhuafa. Berbagai bantuan disalurkan, mulai dari santunan, paket sembako, hadiah uang tunai, tiga paket umrah gratis, pembangunan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, pembangunan sumur bor, hingga pembagian ribuan seragam sekolah bagi anak-anak yatim dan dhuafa.
Jejak pengabdian BIP Foundation juga terukir melalui BIP Tour D’Jatim Part I di Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai lebih dari Rp1 miliar, meliputi pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak produktif, penguatan aset yayasan, pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih, serta berbagai program sosial lainnya.
Konsistensi menjalankan gerakan sosial berskala besar tersebut mengantarkan BIP Foundation memperoleh apresiasi berupa penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas salah satu aksi kemanusiaan yang digagasnya.
Bagi H. Ali Zainal Abidin, keberhasilan bukan diukur dari besarnya harta yang dimiliki, melainkan dari seberapa banyak air mata yang berhasil dihapus, harapan yang berhasil dibangkitkan, dan senyum yang berhasil dihadirkan. Karena itulah, BIP Foundation terus bergerak dari satu daerah ke daerah lain, membangun pesantren, memperkuat pendidikan, memuliakan anak yatim, dan memberdayakan masyarakat.
Di tengah masih banyaknya persoalan sosial yang dihadapi bangsa, BIP Foundation memilih menjawabnya dengan tindakan nyata. Sebab, bagi mereka, kebaikan yang sesungguhnya bukan hanya dikenang hari ini, melainkan terus hidup sebagai amal jariyah yang memberi manfaat bagi umat sepanjang zaman.
Penulis : Red











