Jelang Derby Jatim, GEN Malang Raya Ajak Semua Pihak Bangun Kesepahaman Bersama

Rabu, 15 April 2026 - 23:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MALANG – Menjelang rencana pertandingan antara Arema FC dan Persebaya pada 28 April 2026 di Stadion Kanjuruhan, GEN Malang Raya menggelar forum bertajuk “Malang Raya Roundtable: Mencari Konsensus Publik Jelang Derby Jatim” pada Rabu di Hotel Trio Indah 2 Kota Malang (15/4/2026)

Ketua GEN Malang Raya, Dandi, dalam sambutannya menegaskan bahwa forum ini bukan sekadar diskusi biasa, melainkan ruang refleksi bersama untuk merespons dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Rencana pertandingan ini bukan hanya agenda olahraga, tetapi juga menjadi ujian bagi ketahanan sosial kita, bagaimana masyarakat mampu mengelola memori masa lalu, emosi kolektif, serta menentukan langkah ke depan secara bijaksana,” ujarnya.

Dandi menekankan bahwa GEN Malang Raya hadir bukan untuk memihak, melainkan sebagai fasilitator yang netral untuk membuka ruang dialog yang setara, jujur, dan bermartabat bagi semua pihak.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang tidak akan merekomendasikan Stadion Kanjuruhan sebagai tempat pertandingan melawan Persebaya. Hal itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang, Rahmat Hardijono dalam forum.

“Pemkab Malang tidak merekomendasikan laga Derby Jatim digelar di Kanjuruhan,” kata Rahmat.

Dia mengatakan bahwa Kanjuruhan masih menyisakan luka yang mendalam pasca tragedi 1 Oktober 2022. “Ini ada luka yang belum pulih, yang belum bisa disembuhkan,” jelas dia.

Rahmat menyampaikan bahwa sikap tersebut akan disampaikan oleh Bupati Malang, Sanusi, dalam rapat bersama Polres setempat. Dia mengatakan bahwa izin pertandingan bertajuk Derby Jawa Timur itu sampai saat ini memang belum keluar.

“Nanti bupati akan rapat di Polres tidak akan merekomendasikan Kanjuruhan. Ijin sampai sekarang belum keluar,” ucapnya.

Ia kembali menegaskan sikap Pemkab Malang terkait rencana pertandingan Arema FC melawan Persebaya. “Pemerintah kabupaten malang tidak akan merekomendasikan stadion Kanjuruhan sebagai tempat pertandingan Arema melawan Persebaya pada 28 April,” tegasnya.

Di forum yang sama, Ketua PSSI Kabupaten Malang, Muhammad Ukasyah Ali Murtadho, menyebut sikap Pemkab Malang itu sudah cukup menjadi alasan untuk membatalkan big match Arema FC vs Persebaya digelar di Stadion Kanjuruhan.

“Kalau sudah dinyatakan Pemkab Malang tidak merekomendasikan Derby Jatim digelar di Kanjuruhan, itu sudah menjadi salah satu unsur untuk membatalkan pertandingan,” ujar Ali.

Ali juga menyampaikan bahwa Polres Malang juga sudah menyatakan sikap tidak siap mengawal pertandingan Arema vs Persebaya di Kanjuruhan.

“Ini kami dapat informasi bahwa Kapolres Malang tidak siap. Berarti sudah ada dua aspek. Satu aspek saja bisa membatalkan pertandingan. Ini sudah dua aspek. Tinggal kita tunggu putusan resminya,” katanya.

Sementara itu, peneliti Rafi Azzamy memang secara tegas menyatakan penolakannya atas rencana derby Jatim digelar di Kanjuruhan. Dia melihat ada niat jahat dari rencana tersebut, yakni kepentingan bisnis dan mengaburkan persoalan tragedi Kanjuruhan.

“Saya melihat mensrea, ada satu niat jahat yang dilakukan PT LIB dalam konteks penyelenggaraan laga di Kanjuruhan. Jelas, Stadion Kanjuruhan sepi penonton. Maka perlu diramaikan lagi melalu derby. Pertandingan di Kanjuruahan akan mengaburkan masalah. Jadi itu yang kita lihat mensreanya di sana,” ungkapnya.

Rafi pun menawarkan solusi, yakni memindahkan pertandingan tersebut untuk digelar luar daerah.

“Saya menawarkan solusi laga itu dipindah, terserah di mana, asal tidak di Kanjuruhan.
Jadi laga di gelar di luar daerah. Soal anggaran terserah. Laga digelar di stadion Kanjuruhan itu kemungkaran,” tegasnya.

Adapun anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wadoyo mengatakan bahwa tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan harus menjadi catatan sejarah ke depan.

“Tapi itu tidak boleh terus berlanjut. Harus kita pulihkan. Kita harus bangkit bersama. Kita harus punya semangat bangkit. Dari perspektif kemanusiaan kita harus jadikan catatan, tapi dari perspektif sepakbola kita harus bangkit,” ucapnya.

Penulis : Red

Berita Terkait

Diperiksa sebagai Saksi di KPK, Pengusaha Tembakau Haji Her: Saya Jawab Apa Adanya
Aktivis Bajingan
6 Hari Membuktikan, 990 Hari Membingungkan: Hukum Harus Tuntas, Bukan Setengah
Santunan Akbar Detikzone, 150 Anak Yatim hingga Penggali Kubur Terbantu di Masjid Mujahidin Pasongsongan
PBH Laskar Prabowo 08 Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Mantapkan Komitmen Pelayanan Hukum Nasional
Diundang Presiden, Sultan Pamekasan Haji Khairul Umam Apresiasi Langkah Strategis Pemerintah untuk Keutuhan Bangsa
Laskar Prabowo 08 Tegaskan Peran Relawan, Hadirkan PBH untuk Lindungi Masyarakat di Seluruh Indonesia
Gelombang Kebaikan Ramadan: Yessy Praneda dan Keluarga Nyatakan Solidaritas Tiada Henti Bagikan Ratusan Takjil Hampir Setiap Hari

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 23:02 WIB

Jelang Derby Jatim, GEN Malang Raya Ajak Semua Pihak Bangun Kesepahaman Bersama

Senin, 6 April 2026 - 20:01 WIB

Aktivis Bajingan

Kamis, 19 Maret 2026 - 21:47 WIB

6 Hari Membuktikan, 990 Hari Membingungkan: Hukum Harus Tuntas, Bukan Setengah

Rabu, 18 Maret 2026 - 21:01 WIB

Santunan Akbar Detikzone, 150 Anak Yatim hingga Penggali Kubur Terbantu di Masjid Mujahidin Pasongsongan

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:17 WIB

PBH Laskar Prabowo 08 Gelar Buka Puasa Bersama, Perkuat Silaturahmi dan Mantapkan Komitmen Pelayanan Hukum Nasional

Berita Terbaru