PAMEKASAN — Momentum Hari Bumi dimanfaatkan Mahapala Unira dengan menggelar aksi nyata pelestarian lingkungan. Bersama Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-Pamekasan, mereka menanam 500 bibit mangrove di kawasan pesisir Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.
Kegiatan ini menjadi respons atas kondisi pesisir yang dinilai rentan terhadap abrasi. Ketua Umum Mahapala Unira, Hendri Hermawan, mengatakan bahwa lokasi penanaman dipilih berdasarkan hasil survei lapangan yang menunjukkan tingginya tingkat kerusakan garis pantai.
“Kami melihat abrasi di wilayah ini masih menjadi persoalan serius. Melalui penanaman mangrove, kami ingin mengambil peran nyata dalam menjaga lingkungan pesisir,” ujarnya.
Selain mahasiswa, kegiatan ini juga melibatkan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut, Basid selaku Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) serta Nur Faisal yang menjabat Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM DPD KNPI Jawa Timur.
Basid menekankan pentingnya keberlanjutan aksi lingkungan agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. “Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan dan menjadi gerakan bersama dalam menjaga alam,” katanya.
Sementara itu, Nur Faisal menyebut penanaman mangrove sebagai langkah strategis dalam menjaga ekosistem pesisir. Menurutnya, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pelindung alami dari abrasi dan gelombang laut.
“Mangrove ini adalah sabuk hijau yang melindungi daratan. Menjaganya berarti menjaga masa depan pesisir,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Mahapala Unira berharap penanaman 500 bibit mangrove tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga dan merawat ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Penulis : Redaksi










