SUMENEP – Suasana berbeda terasa dalam kegiatan rutin akhir bulan di Kelas 1B di SDN Prancak II, Kecamatan Pasongsongan. Pertemuan paguyuban wali murid kali ini tak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi berkembang menjadi forum strategis untuk mencari solusi atas berbagai kendala belajar yang dihadapi siswa.
Kegiatan ini merupakan inisiatif langsung dari Wali Kelas 1B, Akhmad Nofil, S.Pd. Berangkat dari pengamatannya di kelas, ia melihat bahwa beberapa siswa membutuhkan pendampingan lebih intens yang tidak cukup hanya mengandalkan waktu belajar di sekolah.

“Kami menemukan beberapa tantangan dalam proses belajar siswa. Karena itu, kolaborasi dengan orang tua melalui paguyuban ini menjadi kunci. Dengan komunikasi yang intens, metode belajar di sekolah dan di rumah bisa selaras, sehingga kesulitan anak dapat kita atasi bersama,” ungkapnya.

Langkah tersebut mendapat apresiasi penuh dari Kepala SDN Prancak II, Taslim, S.Pd.SD, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menilai, sinergi antara sekolah dan orang tua merupakan fondasi penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang maju dan berkualitas.
“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini. Paguyuban seperti ini adalah contoh nyata bagaimana sekolah dan orang tua bisa berjalan beriringan. Harapannya, kegiatan serupa bisa diterapkan di kelas lain,” ujarnya.
Taslim juga menegaskan bahwa hubungan yang kuat antara wali murid dan sekolah tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa.

Tak hanya diskusi edukatif, kegiatan juga diisi dengan istighosah bersama sebagai bentuk dukungan spiritual bagi perkembangan anak-anak. Doa bersama ini diharapkan mampu memperkuat ikatan batin antara guru, orang tua, dan siswa.
Pertemuan ditutup dengan sesi diskusi interaktif terkait laporan perkembangan individu siswa. Keterbukaan informasi ini disambut positif oleh para orang tua, karena membantu mereka memahami langkah konkret yang bisa dilakukan di rumah untuk mendukung proses belajar anak.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, paguyuban Kelas 1B di SDN Prancak II, Kecamatan Pasongsongan, tak hanya menjadi wadah komunikasi, tetapi juga motor penggerak dalam menciptakan solusi nyata bagi pendidikan yang lebih efektif dan menyeluruh.
Penulis : Redaksi










