Diperiksa sebagai Saksi di KPK, Pengusaha Tembakau Haji Her: Saya Jawab Apa Adanya

Jumat, 10 April 2026 - 20:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –– Pengusaha tembakau asal Pamekasan, Madura, Khairul Umam alias Haji Her, menegaskan dirinya bersikap terbuka saat menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Saya jawab apa adanya semuanya. Orang Madura itu apa adanya, enggak berbelit-belit,” ucapnya usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (9/4/2026).

Haji Her diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) serta gratifikasi. Ia datang sekitar pukul 12.50 WIB didampingi kuasa hukum dan menjalani pemeriksaan hingga sore hari.
Dalam kesempatan itu,

Haji Her juga membantah dirinya mangkir dari panggilan penyidik. Ia menjelaskan keterlambatan kehadirannya disebabkan kendala teknis penerimaan surat karena sedang berada di luar kota.

“Saya terima suratnya tanggal empat, sementara undangannya tanggal satu. Jadi bukan mangkir,” jelasnya.

Ia juga mengungkap adanya miskomunikasi di internal kantor, di mana surat panggilan sempat dikira sebagai dokumen biasa.

“Dikira proposal sama anak-anak,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menegaskan kehadirannya merupakan inisiatif pribadi untuk memenuhi panggilan dan mengklarifikasi perkara yang menyeret namanya.

“Sekarang saya datang sendiri, ingin tahu ada apa kok saya dipanggil,” katanya.

Dalam pemeriksaan, penyidik mendalami hubungan Haji Her dengan para tersangka. Namun, ia kembali menegaskan tidak mengenal pihak-pihak tersebut.

“Ditanya kenal atau tidak, ya saya jawab tidak kenal,” tegasnya.

Ia juga mengaku tidak memahami secara mendalam substansi perkara yang tengah disidik dan datang tanpa membawa dokumen pendukung.

Meski demikian, Haji Her memastikan akan tetap kooperatif dalam setiap proses hukum yang berjalan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Presiden! KEK Tembakau : Jalan Pulang Ekonomi Madura
Tak Hanya Persembahan untuk Almarhumah Bunda Ainun, BIP Foundation Guncang Haru Iduladha dengan Distribusi Sapi Jumbo ke Madura, Cirebon, Malang, hingga Lamongan
Ali Zainal Abidin Tegaskan BIP Akan Selalu Ada, Ratusan Lansia Malang Tak Kuasa Menahan Air Mata
Jenderal yang Tak Menunggu Telepon
Tak Terhalang Geografis, Mahasiswa Asal Gili Raja Sumenep Bersinar di Forum Internasional ICSM Batch 5
Teknologi Pemanis Garam Madura
Kabar Baru: Rampok Bernama Edi Junaidi
Jelang Derby Jatim, GEN Malang Raya Ajak Semua Pihak Bangun Kesepahaman Bersama

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 14:47 WIB

Presiden! KEK Tembakau : Jalan Pulang Ekonomi Madura

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:19 WIB

Tak Hanya Persembahan untuk Almarhumah Bunda Ainun, BIP Foundation Guncang Haru Iduladha dengan Distribusi Sapi Jumbo ke Madura, Cirebon, Malang, hingga Lamongan

Senin, 18 Mei 2026 - 22:41 WIB

Ali Zainal Abidin Tegaskan BIP Akan Selalu Ada, Ratusan Lansia Malang Tak Kuasa Menahan Air Mata

Senin, 18 Mei 2026 - 20:24 WIB

Jenderal yang Tak Menunggu Telepon

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:59 WIB

Tak Terhalang Geografis, Mahasiswa Asal Gili Raja Sumenep Bersinar di Forum Internasional ICSM Batch 5

Berita Terbaru

Nasional

Presiden! KEK Tembakau : Jalan Pulang Ekonomi Madura

Kamis, 4 Jun 2026 - 14:47 WIB