Bos CV Ayunda Bambang Budianto Sentil Ketimpangan DBHCHT, Petani Tembakau Madura Diminta Tak Terus Jadi Korban

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Isu ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali menjadi sorotan. Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, Bambang Budianto, menilai besarnya kontribusi Madura terhadap penerimaan negara dari sektor cukai belum diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani tembakau maupun pelaku industri rokok lokal.

Pernyataan itu disampaikan Bambang saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Lembaga Legislasi Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Koordinator Daerah Madura yang berlangsung di Aula Laboratorium Universitas Madura, Jumat (10/7/2026).

Dalam forum tersebut, Bambang mengungkapkan bahwa penerimaan negara dari cukai hasil tembakau mencapai sekitar Rp72 triliun per tahun. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp3,57 triliun pada 2025. Namun, menurutnya, porsi anggaran yang kembali dirasakan masyarakat Madura masih jauh dari harapan.

“Madura merupakan salah satu penyumbang terbesar sektor tembakau di Indonesia. Namun kontribusi besar tersebut belum sebanding dengan kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan petani tembakau maupun pengusaha rokok lokal di Madura,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin karena hingga kini petani tembakau masih dihadapkan pada tingginya biaya produksi, sementara harga jual hasil panen belum memberikan kepastian yang mampu menjamin kesejahteraan mereka.

“Sangat miris melihat kondisi petani tembakau Madura. Mereka memberikan kontribusi besar kepada negara, tetapi masih harus berjuang menghadapi biaya produksi yang tinggi dan harga pasar yang tidak menentu,” katanya.

 

Menurut Bambang, pemerintah pusat maupun daerah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tembakau dan pelaku usaha rokok lokal. Dengan demikian, sektor pertembakauan tidak hanya menjadi penyumbang penerimaan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat Madura.

“Saat panen pun petani masih berada dalam ketidakpastian. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tembakau dan pengusaha rokok lokal sehingga sektor ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura,” tegasnya.

 

Ia berharap pemerataan pembangunan melalui pemanfaatan DBHCHT dapat benar-benar dirasakan masyarakat di daerah penghasil tembakau. Menurutnya, perhatian yang lebih besar terhadap petani dan industri rokok lokal akan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat perekonomian Madura.

Penulis : Red

Berita Terkait

Dari Madura untuk Yogyakarta, Fastabiqul Khairat BIP Salurkan Rp100 Juta kepada Ratusan Anak Yatim Bumi Damai
Usai Gebyar Fastabiqul Khairat di Sumenep dan Pamekasan, BIP Tour Jatim II Kembali Gulirkan Aksi Kemanusiaan di Malang dan Kediri
Resepsi Keluarga dan Ultah Sang Istri Jadi Gebyar Fastabiqul Khairat, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Bagikan 3 Paket Umrah, Santunan Ratusan Juta, dan Sembako
Villa BIP di Pamekasan Bergema Gambusan, H. Ali Zainal Abidin Ajak Relawan Rayakan Kebahagiaan Setelah Seharian Menebar Manfaat
Nabi Zakaria dan Iblis Jadi Renungan di Peresmian Rumah Baru Keluarga Disabilitas , Founder BIP Ajak Tinggalkan Sifat Kikir
BIP Foundation Hadirkan Senyum untuk Ibu Maryani, Rumah Baru dan Bantuan Puluhan Juta Diserahkan untuk Keluarga Disabilitas
Danyonif TP 931/KJ Dampingi Danrem 084/Bhaskara Jaya Resmikan Jembatan Perintis Garuda
Aksi Kemanusiaan BIP Foundation Berlanjut, 3.000 Anak Yatim Akan Dapat Santunan dan Perlengkapan Sekolah Gratis

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 17:35 WIB

Bos CV Ayunda Bambang Budianto Sentil Ketimpangan DBHCHT, Petani Tembakau Madura Diminta Tak Terus Jadi Korban

Kamis, 9 Juli 2026 - 22:01 WIB

Dari Madura untuk Yogyakarta, Fastabiqul Khairat BIP Salurkan Rp100 Juta kepada Ratusan Anak Yatim Bumi Damai

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:57 WIB

Usai Gebyar Fastabiqul Khairat di Sumenep dan Pamekasan, BIP Tour Jatim II Kembali Gulirkan Aksi Kemanusiaan di Malang dan Kediri

Selasa, 7 Juli 2026 - 02:08 WIB

Resepsi Keluarga dan Ultah Sang Istri Jadi Gebyar Fastabiqul Khairat, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Bagikan 3 Paket Umrah, Santunan Ratusan Juta, dan Sembako

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:38 WIB

Nabi Zakaria dan Iblis Jadi Renungan di Peresmian Rumah Baru Keluarga Disabilitas , Founder BIP Ajak Tinggalkan Sifat Kikir

Berita Terbaru