Gelombang Dukungan Tak Terbendung! Petani, Ulama dan Masyarakat Madura Bersatu Dukung Haji HER

Minggu, 12 April 2026 - 00:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP, Minggu, 12/4/2026 – Gelombang dukungan tak terbendung datang dari berbagai penjuru Madura. Petani, ulama, hingga masyarakat akar rumput kompak berdiri dalam satu barisan, menguatkan perjuangan H. Khoirul Umam atau Haji HER, sosok yang kini disebut sebagai “nafas Madura” dan harapan kebangkitan ekonomi rakyat.

Di tengah kerumitan perekonomian yang menjerat banyak keluarga, Haji HER hadir membawa gagasan sederhana namun berdampak besar: memastikan tidak ada anak putus sekolah, tidak ada rumah tak layak huni, dan ekonomi masyarakat terus bergerak.

“Tujuan saya adalah melihat Madura sejahtera. Anak-anak bisa sekolah, rumah warga layak huni, dan ekonomi masyarakat berjalan,” tegasnya di hadapan ulama, pengusaha, dan petani, beberapa waktu lalu.

Perjuangan itu bermula pada 2022, saat ia mendapat panggilan moral dari kalangan pesantren. Para petani tembakau saat itu terjebak dalam siklus kerugian, setahun untung, tiga tahun merugi. Dampaknya merembet hingga pendidikan anak-anak mereka.

Menjawab kondisi tersebut, Haji HER bersama ulama dan pengusaha menyusun langkah strategis: membeli langsung tembakau dari petani untuk menstabilkan harga. Sebanyak 330 pondok pesantren terlibat, menggalang modal dari puluhan juta hingga miliaran rupiah.

Hasilnya tak main-main. Dari pembelian awal 60 ton tembakau, kini perputaran dana mencapai Rp 4,133 miliar. Dana itu dikembalikan untuk pendidikan, pembangunan rumah layak, serta menggerakkan ekonomi lokal.

“Ini bukan uang curian. Ini murni dari kiai, pesantren, dan pengusaha. Bahkan saya pernah meminjam bank demi membantu petani,” ungkapnya.

Dampaknya nyata. Dalam empat tahun terakhir, ribuan keluarga petani mampu menyekolahkan anak, memperbaiki rumah, hingga menghidupkan kembali usaha kecil. Ekonomi rakyat bergerak, dari pedagang kaki lima hingga usaha rumahan.

Kini, dukungan itu menjelma menjadi kekuatan besar. Dari Sumenep, Pamekasan, Sampang hingga Bangkalan, masyarakat bersatu menyatakan sikap. Bahkan ribuan petani dikabarkan siap menyambut kepulangan Haji HER dari Jakarta.

“Besok ribuan petani siap menyambut kedatangan Haji HER,” ujar salah satu koordinator pergerakan petani di Sumenep.

Dukungan ini semakin menguat pasca Haji HER dimintai klarifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menegaskan tidak mengenal pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut dan hadir secara terbuka memenuhi panggilan.

“Saya jawab apa adanya. Orang Madura itu tidak berbelit-belit,” katanya.

Ia juga membantah mangkir, menjelaskan keterlambatan hanya karena kendala teknis penerimaan surat. Bahkan ia datang dengan inisiatif sendiri untuk memastikan semuanya jelas.

Meski berada di tengah dinamika hukum, masyarakat Madura justru semakin solid. Mereka menilai, proses hukum harus dihormati, namun perjuangan nyata yang telah dirasakan rakyat tidak boleh diabaikan.

Bagi masyarakat, Haji HER bukan sekadar pengusaha. Ia adalah simbol perjuangan, yang menggabungkan kekuatan pesantren, ekonomi, dan solidaritas sosial dalam satu gerakan nyata.

Kini, satu hal tak terbantahkan: ketika petani, ulama, dan rakyat bersatu, lahirlah kekuatan besar. Dan di tengah gelombang itu, Haji HER berdiri sebagai “nafas Madura” yang terus menghidupkan harapan dan memperjuangkan kesejahteraan bersama.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hardiknas SDN Barkot 3 Pecah, Ratusan Anak TK Ramaikan Lomba Mewarnai Spektakuler
Di Bawah Binaan Bea Cukai Madura, CV Ayunda Permata Sejahtera Aktif Jalankan Program Sosial Kolaborasi Lintas Sektor
KNPI Pamekasan Tekankan Pengawasan Ketat MBG demi Kepentingan Publik
CV Ayunda Bantah Isu Pita Cukai KW dan Sebut Ada Oknum Diduga Menyebarkan Produk Palsu Mengatasnamakan Perusahaan
BIP Foundation Dorong Kesetaraan Lewat Aksi Sosial untuk 2000 Anak Disabilitas di Pamekasan
Mahapala Unira dan Sispala Tanam 500 Mangrove, Jaga Pesisir Pamekasan
Skandal PKH Mantajun Mengarah ke Tersangka, Kuasa Hukum Desak APH Bertindak Cepat
Hari Bumi 2026: “Our Power, Our Planet”, Ketua GEN Jatim Serukan Aksi Nyata untuk Masa Depan Bumi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:29 WIB

Hardiknas SDN Barkot 3 Pecah, Ratusan Anak TK Ramaikan Lomba Mewarnai Spektakuler

Selasa, 28 April 2026 - 18:21 WIB

KNPI Pamekasan Tekankan Pengawasan Ketat MBG demi Kepentingan Publik

Selasa, 28 April 2026 - 11:28 WIB

CV Ayunda Bantah Isu Pita Cukai KW dan Sebut Ada Oknum Diduga Menyebarkan Produk Palsu Mengatasnamakan Perusahaan

Senin, 27 April 2026 - 11:10 WIB

BIP Foundation Dorong Kesetaraan Lewat Aksi Sosial untuk 2000 Anak Disabilitas di Pamekasan

Jumat, 24 April 2026 - 13:37 WIB

Mahapala Unira dan Sispala Tanam 500 Mangrove, Jaga Pesisir Pamekasan

Berita Terbaru

Nasional

Teknologi Pemanis Garam Madura

Kamis, 7 Mei 2026 - 17:45 WIB

Fauzo AS

Hukum

Oknum LSM : Lapar Siang Malam

Minggu, 3 Mei 2026 - 01:08 WIB