Industri Rokok Daerah Mencari Nafas, Skema Cukai Khusus Jadi Harapan Baru

Sabtu, 28 Februari 2026 - 21:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) mendesak Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan untuk segera memberlakukan tarif cukai khusus rokok yang lebih terjangkau. Desakan ini mencuat di tengah tekanan berat yang dirasakan industri rokok daerah akibat tingginya beban cukai, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

Pemilik Perusahaan Rokok Cahaya Pro, Fathor Rozi, menegaskan bahwa industri rokok di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah karena menyerap ribuan tenaga kerja. Namun, tingginya tarif cukai dinilai menjadi penghambat utama bagi pertumbuhan usaha, bahkan mendorong sebagian produsen belum masuk ke jalur legal.

“Beban cukai yang terlalu tinggi membuat pelaku usaha baru kesulitan bertahan. Akibatnya, masih ada merek rokok yang belum terdaftar resmi karena tidak sanggup menanggung biaya pita cukai,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).

Menurut Fathor, aspirasi tersebut telah disampaikan langsung kepada Menteri Keuangan dalam pertemuan pada 2 Oktober 2025. Dalam forum itu, pelaku IHT Jawa Timur mengusulkan skema tarif cukai Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang lebih realistis, yakni berada di atas tarif Sigaret Kretek Tangan (SKT), dengan kisaran Rp150 hingga Rp250 per batang. Sebagai perbandingan, tarif cukai SKT saat ini tercatat sebesar Rp122 per batang.

Ia menilai kebijakan tarif khusus akan memberikan efek berantai yang positif.

“Jika tarif lebih masuk akal, pelaku usaha kecil dan menengah akan terdorong masuk ke sistem legal. Dampaknya, rokok ilegal bisa ditekan dan penerimaan negara justru meningkat secara berkelanjutan,” katanya.

Fathor juga mengungkapkan kontribusi industri rokok di Pulau Madura terhadap penerimaan negara tergolong signifikan. Dari target pendapatan cukai Bea Cukai Madura sebesar Rp1,26 triliun, realisasi penerimaan bahkan menembus Rp1,7 triliun.

Meski pemerintah selama ini menyesuaikan tarif cukai untuk mengendalikan konsumsi dan meningkatkan pendapatan negara, ia menekankan perlunya kebijakan yang mempertimbangkan kondisi riil pelaku usaha daerah. Apalagi, struktur biaya produksi rokok telah berubah drastis sejak 1999, ketika harga SKM masih berkisar Rp225 per batang dan SKT Rp150 per batang.

“Tarif cukai yang adaptif bukan hanya soal bisnis, tetapi strategi memperluas basis legal industri. Dengan klasifikasi produksi yang adil, kami yakin pengusaha rokok daerah siap patuh,” tegasnya.

Ia pun menyampaikan keyakinannya bahwa pelaku industri rokok Madura siap mengikuti kebijakan baru apabila tarif cukai khusus benar-benar diterapkan.

“Segera berlakukan tarif cukai yang lebih terjangkau. Insya Allah, pengusaha rokok di Madura siap memakai pita Rp250,” pungkasnya.

Berita Terkait

Lebarkan Sayap PT Imawa ke Jembrana Bali, Haji Her Bagi-Bagi Hadiah Umrah
Ribuan Tamu Hadiri Resepsi Pernikahan H. Bambang Budianto dan Hj. Dian Marana di Pademawu Pamekasan
Bumi Blambangan Jadi Saksi, Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Dian Mariana Satukan Dua Keluarga
Founder Bashra BIP Bang Ali Persembahkan Dua Penghargaan Tingkat Asia untuk Anak Yatim dan Dhuafa  
Dimas Hanafi Putra Bawa Nama Madura ke Panggung Nasional, Terpilih Korda IMAKIPSI Jawa Timur
MV Ocean Porter Dicegat di Perairan Kepri, 2,6 Ton Sabu Cair dan 1,57 Juta Rokok Ilegal Terbongkar
Merdeka di Tiang Bendera
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Hj. Ansari Sambangi MAN Sumenep, Dorong Lahirnya Generasi Emas Madura

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:10 WIB

Lebarkan Sayap PT Imawa ke Jembrana Bali, Haji Her Bagi-Bagi Hadiah Umrah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Ribuan Tamu Hadiri Resepsi Pernikahan H. Bambang Budianto dan Hj. Dian Marana di Pademawu Pamekasan

Selasa, 29 September 2026 - 13:28 WIB

Bumi Blambangan Jadi Saksi, Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto dan CEO Dian Gorden Dian Mariana Satukan Dua Keluarga

Jumat, 25 September 2026 - 22:50 WIB

Founder Bashra BIP Bang Ali Persembahkan Dua Penghargaan Tingkat Asia untuk Anak Yatim dan Dhuafa  

Kamis, 24 September 2026 - 14:19 WIB

Dimas Hanafi Putra Bawa Nama Madura ke Panggung Nasional, Terpilih Korda IMAKIPSI Jawa Timur

Berita Terbaru