Daerah

Masih Kelas 4 SD, Ayunda Putri Budianto Ajak Teman-Temannya Santuni Yatim, Dhuafa dan Bagi Takjil di Pamekasan

PAMEKASAN, Detikzone.id – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota dan kesibukan dunia usaha, sebuah kisah sederhana namun penuh makna datang dari seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar,

Namanya Ayunda Putri Budianto, siswi kelas 4 SDN Barkot III, Kelurahan Barkot, Kota Pamekasan. Putri dari pemilik perusahaan rokok CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto, ini memilih cara berbeda untuk merayakan kebahagiaan dalam hidupnya: berbagi dengan sesama.

Bersama teman-temannya di sekolah, Ayu—sapaan akrabnya—menggelar aksi sosial santunan yatim dan dhuafa, pembagian takjil di jalan raya, serta buka puasa bersama pada Minggu (14/3/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna, menghadirkan suasana penuh kehangatan di tengah bulan suci Ramadan.


Kegiatan yang digagas siswi kecil ini berubah menjadi momen penuh haru ketika puluhan anak yatim dan warga kurang mampu berkumpul untuk merasakan kebahagiaan yang sama. Senyum dan tawa anak-anak yang menerima santunan seakan menjadi bukti bahwa kebaikan yang tulus selalu menemukan jalannya untuk membahagiakan orang lain.

Di usia yang masih sangat muda, Ayu menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal batas usia. Dengan wajah ceria, ia tampak aktif membagikan paket takjil kepada para pengguna jalan yang melintas. Sesekali ia menyapa para penerima santunan dengan senyum hangat, memperlihatkan ketulusan seorang anak yang ingin berbagi kebahagiaan.


Bagi keluarga besar CV Ayunda Permata Sejahtera, kegiatan tersebut menjadi momen kebahagiaan yang berlipat. Sang ayah, H. Bambang Budianto, mengaku bangga melihat kepedulian sosial yang tumbuh dalam diri putrinya sejak dini. Baginya, kegiatan yang dilakukan Ayu bukan sekadar aksi sosial biasa, tetapi juga cerminan nilai kemanusiaan yang ingin ia tanamkan kepada anak-anaknya.

Menurut Bambang, kegiatan tersebut juga dilaksanakan bersama keluarga besar SDN Barkot III Pamekasan sebagai bagian dari semangat memperingati Hari Guru Nasional sekaligus menyambut Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan. Momentum ini menjadi pengingat bahwa pendidikan sejati tidak hanya lahir dari ruang kelas, tetapi juga dari pengalaman nyata yang membentuk karakter dan empati terhadap sesama.

“Harapan saya kepada putri saya adalah agar ia selalu menjadi pribadi yang rendah hati dan membawa manfaat bagi sesama. Semoga Allah selalu melindungi setiap langkahnya dan menjadikannya cahaya bagi keluarga serta masyarakat,” ucap H. Bambang dengan nada penuh haru.

Bagi Bambang, langkah kecil yang dilakukan putrinya memiliki makna besar. Ia menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari keberhasilan usaha atau kekayaan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar seseorang mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

“Kami tidak ingin hanya dikenal karena usaha yang kami jalankan, tetapi juga karena kontribusi sosial yang bisa diberikan kepada masyarakat. Keberhasilan akan bernilai jika bisa memberi dampak positif, terutama bagi pendidikan dan kemanusiaan,” tambahnya.

Kepala SDN Barkot III Pamekasan turut memberikan apresiasi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Ayu bersama teman-temannya. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan contoh nyata pendidikan karakter yang diajarkan kepada para siswa.

“Ini adalah contoh pendidikan karakter yang nyata. Anak-anak belajar langsung tentang kepedulian, empati, dan kebersamaan. Apa yang dilakukan Ayu dan teman-temannya menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Menariknya, kegiatan berbagi yang dilakukan Ayu bukanlah hal baru. Sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), ia telah terbiasa melakukan kegiatan sosial serupa setiap tahun. Tradisi berbagi itu tumbuh menjadi kebiasaan yang terus ia jalankan hingga kini, bahkan semakin melibatkan teman-temannya di sekolah.
Kegiatan santunan, pembagian takjil, hingga buka puasa bersama itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar acara berbagi.

Ia berubah menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari siapa saja, bahkan dari seorang anak kecil yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Di tengah senja Ramadan yang hangat, senyum anak-anak yatim yang menerima santunan menjadi saksi bahwa kebaikan sekecil apa pun mampu menghadirkan kebahagiaan yang besar. Dan dari tangan kecil seorang siswi SD bernama Ayunda Putri Budianto, pesan itu terasa begitu jelas: masa depan yang baik selalu dimulai dari hati yang peduli.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button