PAMEKASAN – Isu ketimpangan pembagian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali menjadi sorotan. Owner CV Ayunda Permata Sejahtera, Bambang Budianto, menilai besarnya kontribusi Madura terhadap penerimaan negara dari sektor cukai belum diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani tembakau maupun pelaku industri rokok lokal.
Pernyataan itu disampaikan Bambang saat menjadi pemateri dalam Seminar dan Musyawarah Daerah (Musda) Forum Lembaga Legislasi Mahasiswa Indonesia (FL2MI) Koordinator Daerah Madura yang berlangsung di Aula Laboratorium Universitas Madura, Jumat (10/7/2026).
Dalam forum tersebut, Bambang mengungkapkan bahwa penerimaan negara dari cukai hasil tembakau mencapai sekitar Rp72 triliun per tahun. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sekitar Rp3,57 triliun pada 2025. Namun, menurutnya, porsi anggaran yang kembali dirasakan masyarakat Madura masih jauh dari harapan.
“Madura merupakan salah satu penyumbang terbesar sektor tembakau di Indonesia. Namun kontribusi besar tersebut belum sebanding dengan kondisi sosial dan ekonomi yang dirasakan petani tembakau maupun pengusaha rokok lokal di Madura,” ujarnya.
Ia mengaku prihatin karena hingga kini petani tembakau masih dihadapkan pada tingginya biaya produksi, sementara harga jual hasil panen belum memberikan kepastian yang mampu menjamin kesejahteraan mereka.
“Sangat miris melihat kondisi petani tembakau Madura. Mereka memberikan kontribusi besar kepada negara, tetapi masih harus berjuang menghadapi biaya produksi yang tinggi dan harga pasar yang tidak menentu,” katanya.
Menurut Bambang, pemerintah pusat maupun daerah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tembakau dan pelaku usaha rokok lokal. Dengan demikian, sektor pertembakauan tidak hanya menjadi penyumbang penerimaan negara, tetapi juga menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat Madura.
“Saat panen pun petani masih berada dalam ketidakpastian. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada petani tembakau dan pengusaha rokok lokal sehingga sektor ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura,” tegasnya.
Ia berharap pemerataan pembangunan melalui pemanfaatan DBHCHT dapat benar-benar dirasakan masyarakat di daerah penghasil tembakau. Menurutnya, perhatian yang lebih besar terhadap petani dan industri rokok lokal akan menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperkuat perekonomian Madura.
Penulis : Red











