Pamekasan– Langkah kemanusiaan Bani Insan Peduli (BIP) Foundation tak pernah mengenal kata jeda. Baru saja menggelar Gebyar Fastabiqul Khairat yang mengubah momentum kebahagiaan keluarga menjadi pesta berbagi bagi ribuan masyarakat melalui tiga paket umrah gratis, santunan anak yatim dan dhuafa, sembako, serta hadiah uang tunai, kini BIP kembali melanjutkan misi kemanusiaannya ke berbagai daerah di Jawa Timur.
Di bawah komando Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, lembaga sosial tersebut akan menggelar BIP Tour D’Jatim Part II pada 10–11 Juli 2026 dengan menyasar Kabupaten Malang dan Kabupaten Kediri.
Tidak sampai sepekan setelah sukses menggelar kegiatan sosial berskala besar di Sumenep yang dihadiri ribuan masyarakat, puluhan relawan BIP kembali bersiap membawa misi Fastabiqul Khairat untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Agenda pertama akan berlangsung di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, di mana BIP akan menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim dan kaum dhuafa. Ribuan penerima manfaat dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut untuk menerima bantuan sebagai bentuk kepedulian BIP terhadap masyarakat kurang mampu.
Selanjutnya, rombongan akan bergerak menuju Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Di lokasi tersebut, BIP akan menyerahkan bantuan kesejahteraan kepada para penghuni Griya Lansia, sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian kepada para orang tua yang telah memasuki usia senja.
Perjalanan kemanusiaan kemudian berlanjut ke Kabupaten Kediri. Di sana, BIP akan memulai pembangunan Asrama Umar Syarif di lingkungan Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, sebuah program yang diharapkan mampu memperkuat fasilitas pendidikan dan pembinaan santri.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat berbagi yang diusung BIP Foundation tidak berhenti pada satu kegiatan seremonial, melainkan terus bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.
Sebelumnya, ribuan masyarakat dibuat haru dalam Gebyar Fastabiqul Khairat yang dipusatkan di Sumenep. Momentum resepsi pernikahan Ratu dan Firas, keponakan H. Ali Zainal Abidin, yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun sang istri, Fitria, diubah menjadi panggung besar kepedulian sosial.
Alih-alih hanya menjadi pesta keluarga, acara tersebut justru menghadirkan kebahagiaan bagi ribuan anak yatim, kaum dhuafa, lansia, relawan, hingga masyarakat umum.
Dalam kesempatan itu, H. Ali Zainal Abidin menyerahkan hadiah umrah kepada kedua mempelai sebagai doa agar rumah tangga yang mereka bangun menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah serta selalu menjadi jalan keberkahan bagi banyak orang.
Suasana semakin semarak ketika Founder BIP Foundation juga membagikan uang tunai kepada tamu undangan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada keluarganya.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut di kediamannya di kawasan Kampung Arab, Desa Pangarangan, Sumenep, yang dipadati ribuan masyarakat dari berbagai daerah.
Pada malam penuh keberkahan tersebut, ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan berupa uang tunai, beras, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Tidak hanya itu, masyarakat juga berkesempatan mengikuti pengundian berbagai hadiah, termasuk tiga paket umrah gratis yang menjadi hadiah utama.
Puluhan hadiah uang tunai jutaan rupiah serta berbagai hadiah menarik lainnya juga dibagikan kepada peserta yang beruntung. Kegiatan yang disiarkan secara langsung melalui media sosial itu mendapat perhatian puluhan ribu penonton dari berbagai daerah.
Bagi H. Ali Zainal Abidin, seluruh rangkaian kegiatan tersebut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.
“Kalau Allah memberikan kebahagiaan kepada keluarga kami, maka kebahagiaan itu harus kami bagikan. Kami ingin anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat ikut merasakan kebahagiaan yang Allah titipkan kepada keluarga kami,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa seluruh aktivitas sosial BIP tidak pernah lepas dari dukungan sang istri, Fitria.
“Setiap ada santunan, beliau tidak pernah bertanya berapa biaya yang harus dikeluarkan. Yang beliau tanyakan justru, berapa ribu anak yatim dan dhuafa yang hadir. Dukungan itulah yang membuat saya semakin mantap menjalankan Fastabiqul Khairat,” tuturnya.
Menurut H. Ali, filosofi BIP Foundation sederhana, yakni harta terbaik bukanlah yang disimpan, melainkan yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama.
Karena itu, setiap kebahagiaan keluarga selalu diubah menjadi momentum berbagi, agar semakin banyak orang ikut merasakan kebahagiaan tersebut.
Sebelum menggelar Gebyar Fastabiqul Khairat, BIP Foundation juga telah meresmikan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, sumur bor untuk kebutuhan air bersih masyarakat, memberikan bantuan kepada lansia dan penyandang disabilitas, serta membagikan ribuan seragam sekolah kepada anak yatim dan dhuafa.
Tidak hanya itu, BIP sebelumnya juga menyalurkan bantuan kemanusiaan di Lapas Pamekasan, menyantuni ribuan anak yatim dan dhuafa di berbagai daerah, serta melalui BIP Tour Jatim menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan untuk pembangunan masjid, ambulans, bantuan ternak, penguatan aset yayasan, hingga program pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.
Sejak berdiri pada tahun 2023, BIP Foundation terus menunjukkan konsistensinya sebagai lembaga kemanusiaan yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari santunan anak yatim dan dhuafa, layanan kesehatan, pendidikan, bedah rumah, bantuan bagi lansia dan penyandang disabilitas, penanganan bencana, pembangunan fasilitas umum hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Kini, melalui BIP Tour D’Jatim Part II, langkah kebaikan itu kembali dilanjutkan. Dari Sumenep menuju Malang dan Kediri, BIP Foundation menegaskan bahwa Fastabiqul Khairat bukan sekadar slogan, melainkan gerakan nyata untuk menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.











