Sumenep- SDN Soddara I terus menanamkan karakter peduli lingkungan kepada peserta didiknya melalui berbagai kegiatan positif dan edukatif. Salah satu program inspiratif yang kini menjadi perhatian adalah gerakan pengurangan sampah plastik yang diprakarsai oleh Guru Kelas 5, Imam Buhari, S.Pd.I.
Melalui program tersebut, siswa Kelas 5 secara aktif mengumpulkan sampah plastik berupa gelas dan botol bekas air mineral yang ditemukan di lingkungan sekolah. Kegiatan sederhana ini dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan sekolah sekaligus upaya mengurangi pencemaran lingkungan akibat sampah plastik.
Sebelumnya, sampah plastik yang terkumpul hanya dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bahkan sebagian dibakar. Kondisi tersebut dinilai kurang efektif dan tidak memberikan nilai manfaat. Berangkat dari pemikiran tersebut, lahirlah gagasan untuk mengubah sampah plastik menjadi sumber pembelajaran sekaligus sumber manfaat ekonomi bagi kelas.
Setiap sampah plastik yang ditemukan siswa dikumpulkan dan disimpan hingga memenuhi satu karung. Setelah terkumpul dalam jumlah yang cukup, sampah tersebut dijual kepada pengepul. Hasil penjualannya kemudian dimanfaatkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan kelas, seperti pembelian alat kebersihan, alat tulis, dan keperluan lain yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
Program ini tidak hanya berhasil mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah, tetapi juga memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah, daur ulang, dan pemanfaatan barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar tentang tanggung jawab, kerja sama, disiplin, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Guru Kelas 5, Imam Buhari, S.Pd.I, menjelaskan bahwa gerakan ini merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten.
“Kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Sampah plastik yang sering dianggap tidak berguna ternyata masih memiliki nilai manfaat jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Kepala SDN Soddara I, Sarkawi, S.Pd.SD, memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas dan kepedulian yang ditunjukkan oleh siswa dan guru dalam menjalankan program tersebut.
“Pendidikan tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa masalah lingkungan dapat diatasi dengan tindakan nyata. Sampah yang dikelola dengan baik bukan lagi menjadi masalah, melainkan peluang untuk belajar, berkarya, dan memberi manfaat bagi sesama. Kami berharap gerakan ini menjadi budaya positif yang terus tumbuh di SDN Soddara I dan menginspirasi sekolah lainnya,” tutur Sarkawi.
Melalui gerakan ini, siswa Kelas 5 SDN Soddara I membuktikan bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari sampah yang sering dianggap tidak bernilai, lahir manfaat yang mampu mendukung kegiatan belajar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekolah.











