PAMEKASAN – Malam 1 Suro yang sarat makna spiritual dan refleksi diri berubah menjadi momentum penuh haru, kepedulian, dan kebahagiaan di Kabupaten Pamekasan. Di tengah suasana sakral tersebut, Founder Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, Ali Zainal Abidin, merayakan ulang tahun ke-46 dengan cara yang berbeda dari biasanya, yakni menghadirkan gerakan kemanusiaan yang langsung menyentuh masyarakat kecil.
Perayaan digelar di Pendopo kediaman Founder BIP di Pamekasan, dihadiri keluarga besar, istri tercinta, putra-putri, kerabat, relawan, serta keluarga besar BIP. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai acara yang juga dipenuhi doa dan ucapan selamat dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat, tokoh agama, kiai, tokoh masyarakat, hingga warga umum.
Sebelum rangkaian acara di pendopo berlangsung, perayaan ulang tahun ini telah diawali dengan aksi sosial melalui siaran langsung “Live Sedekah Online” di TikTok. Dalam siaran tersebut, BIP menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga ratusan juta rupiah kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ribuan netizen yang mengikuti siaran langsung menjadi saksi bagaimana berbagai bantuan disalurkan secara cepat dan tepat sasaran, mulai dari bantuan Rp5 juta untuk janda lanjut usia di Desa Kacongan, Rp10 juta untuk keluarga yang kesulitan biaya pengobatan, hingga Rp100 juta untuk panti asuhan yatim dan lansia, dan bantuan bantuan lainnya.
Suasana haru semakin terasa ketika Bang Ali Zainal Abidin tampak terharu atas kejutan dan doa dari keluarga besar serta relawan BIP. Menjelang pergantian hari tepat pukul 00.00 WIB atau 16 Juni 2026, ia mengajak seluruh yang hadir untuk bersama-sama bersyukur kepada Allah SWT atas bertambahnya usia.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah. Mohon doanya, semoga kita semua istiqamah dalam kebaikan, fastabiqul khairat,” ungkapnya penuh haru.
Ia juga menegaskan bahwa ulang tahun bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan momentum untuk memperbanyak manfaat bagi sesama.
“Manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Apa yang kita lakukan ini semoga menjadi jalan kebaikan dan keberkahan,” ujarnya.
Bang Ali juga menyampaikan bahwa seluruh gerakan yang dilakukan melalui Bani Insan Peduli (BIP) Foundation merupakan bentuk pengamalan ajaran Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan nyata.
Di tengah suasana penuh haru, Bang Ali juga mendapatkan doa khusus dari keluarga tercinta. Istri, putra-putri, serta kerabat dekat secara bergantian memanjatkan doa agar dirinya senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah kemanusiaan.
Putra-putri Bang Ali tampak menjadikan sosok ayah mereka sebagai panutan hidup. Mereka mendoakan agar sang ayah tetap istiqamah di jalan kebaikan, terus menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang, serta dimudahkan dalam setiap langkah perjuangan sosialnya.
Momen tersebut berlangsung sangat haru ketika keluarga besar bersama-sama mengangkat tangan memanjatkan doa di tengah suasana hangat dan kekeluargaan.
Perayaan ini juga mendapat sambutan luas dari berbagai kalangan. Bupati Pamekasan, para pejabat daerah, kiai, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga warga umum menyampaikan ucapan selamat dan doa untuk Founder BIP.
Bupati Pamekasan memberikan apresiasi atas konsistensi gerakan kemanusiaan yang dilakukan oleh Ali Zainal Abidin. Menurutnya, apa yang dilakukan BIP bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi telah menjadi gerakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil.
Para kiai dan tokoh agama juga menilai Ali Zainal Abidin sebagai sosok yang istiqamah dalam membantu sesama, khususnya anak yatim dan kaum dhuafa. Ia bahkan disebut sebagai figur yang menjadi “cahaya” bagi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.
Hingga siaran langsung berakhir, ratusan masyarakat masih memadati Live Sedekah Online BIP. Malam 1 Suro yang biasanya identik dengan ketenangan dan doa, berubah menjadi ruang besar berbagi harapan dan kepedulian sosial.
Perayaan ulang tahun ke-46 ini tidak dirayakan dengan kemewahan, melainkan dengan aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat. Bagi banyak orang, momen ini menjadi pengingat bahwa kebahagiaan sejati bukan hanya tentang menerima, tetapi tentang memberi manfaat bagi orang lain.











