SUMENEP – Suasana haru kembali pecah di area peristirahatan keluarga besar Bani Insan Peduli (BIP Foundation), setelah sebelumnya dua hari lalu menggelar penyaluran belasan sapi kurban jumbo di 13 kecamatan di Madura, termasuk Sumenep, serta berbagai wilayah lain disertai santunan Iduladha untuk masyarakat kecil.
Kini, BIP kembali menjadi sorotan publik ketika Founder BIP, Ali Zainal Abidin, melakukan ziarah kubur ke makam almarhumah Ibunda Ainun Bani dan keluarga besarnya. Momen yang semula berlangsung khidmat itu berubah menjadi lautan manusia, setelah ribuan warga dari berbagai daerah datang dan memadati lokasi pemakaman.
Ribuan masyarakat tampak memenuhi area pemakaman sejak pagi hingga siang hari. Mereka datang bukan hanya untuk menyaksikan, tetapi sebagai bentuk cinta, doa, dan penghormatan kepada sosok dermawan yang selama ini dikenal konsisten dalam gerakan kemanusiaan.
Di tengah suasana ziarah yang penuh haru, Ali Zainal Abidin kembali dikelilingi warga yang ingin memberikan doa, berjabat tangan, hingga menyampaikan ungkapan terima kasih. Banyak warga menyebut sosok tersebut sebagai “manusia berhati malaikat” karena kepeduliannya yang terus mengalir tanpa jeda.
Tangis haru tak terbendung mewarnai momen tersebut. Sebagian warga tampak menunduk khusyuk, sementara lainnya terlihat menitikkan air mata ketika santunan kembali digelontorkan di area pemakaman. Suasana berubah menjadi campuran antara duka, doa, dan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Dalam momen ziarah tersebut, Founder BIap Ali Zainal Abidin menegaskan bahwa seluruh gerakan sosial yang ia lakukan merupakan bentuk bakti seorang anak kepada orang tua yang telah wafat.
“Kita ini sebagai anak. Apa pun yang kita lakukan, semua kebaikan, sedekah, wakaf, itu insyaAllah menjadi amal yang mengalir kepada orang tua. Apalagi ibunda saya sudah tiada, maka saya terus bergerak bersama BIP. Ini bagian dari bakti seorang anak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada ribuan masyarakat yang hadir.
“Kami tidak menyangka antusiasme sebesar ini. Terima kasih yang sedalam-dalamnya. Kehadiran panjenengan semua menjadi kebanggaan bagi kami. Semoga setiap doa dan langkah yang hadir di tempat ini dijabah oleh Allah SWT,” tegasnya.
Sebelumnya, BIP Foundation kembali mencuri perhatian publik setelah menyalurkan belasan sapi kurban jumbo di 13 kecamatan di Madura serta beberapa wilayah lain seperti Cirebon, Malang, dan Lamongan. Program tersebut juga dibarengi santunan Iduladha untuk ribuan kaum dhuafa, yatim, dan masyarakat kecil.
Ribuan warga memadati lokasi pembagian daging kurban. Mereka datang dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari buruh harian, tukang becak, janda lansia, hingga warga desa pelosok.
Banyak di antara mereka yang menangis haru, bukan hanya karena bantuan yang diterima, tetapi karena perhatian langsung yang mereka rasakan dari para penggerak kegiatan sosial tersebut.
Rangkaian aksi sosial BIP Foundation yang dipimpin Ali Zainal Abidin sebelumnya juga telah menjangkau berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jawa Barat. Dari santunan ribuan anak yatim di Pamekasan yang tercatat dalam rekor MURI, hingga kegiatan untuk penyandang disabilitas, lansia, dan masyarakat kurang mampu.
Di Malang, Lamongan, hingga Cirebon, berbagai kegiatan BIP kerap meninggalkan kesan emosional yang mendalam bagi masyarakat. Tidak hanya berupa bantuan materi, tetapi juga sentuhan kemanusiaan yang membuat banyak warga merasa dihargai dan diperhatikan.
Kini, BIP Foundation dipandang telah berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang terus bergerak tanpa batas wilayah.
Melalui berbagai program sosial, pendidikan, hingga advokasi hukum melalui LBH Bani Insan Peduli, gerakan ini terus memperluas dampak dan jangkauannya di tengah masyarakat.
Bagi BIP Foundation, kemanusiaan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menjaga harapan, martabat, dan ruang kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil yang membutuhkan.
Di area pemakaman, seperti biasa BIP tidak pernah berhenti pada momen seremonial semata. Di tengah lautan ribuan warga yang memadati lokasi, kembali dilakukan pembagian amplop santunan kepada masyarakat yang hadir.
Ribuan warga tampak menerima bantuan tersebut dengan tertib. Sebagian terlihat menunduk haru, sementara yang lain memanjatkan doa di tempat, seolah tidak menyangka bahwa di tengah suasana ziarah yang sakral, mereka kembali mendapatkan perhatian langsung.
Momen itu semakin menguatkan kesan bahwa setiap kegiatan BIP selalu diwarnai gerakan sedekah yang berkelanjutan, tidak hanya sebagai bantuan materi, tetapi juga sebagai simbol kepedulian yang menyentuh sisi kemanusiaan paling dalam.











