Pengusaha Rokok Madura Kompak Tolak SKM Golongan III Nasional, Khawatir Industri Lokal Tertekan dan Ribuan Pekerja Terancam

Senin, 1 Juni 2026 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMEKASAN – Gelombang penolakan terhadap rencana penerapan Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan III secara nasional kembali menguat di Pulau Madura. Para pengusaha rokok lokal menyuarakan kekhawatiran serius bahwa kebijakan tersebut dapat menekan keberlangsungan industri rokok daerah yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

Dalam pertemuan bersama yang digelar di Pamekasan, para pelaku industri hasil tembakau menyatakan sikap kompak menolak penerapan kebijakan tersebut secara nasional. Mereka menilai, SKM Golongan III sejatinya dirancang untuk melindungi industri rokok skala lokal, bukan justru diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia.

Suasana diskusi berlangsung serius. Para pengusaha menilai jika kebijakan tersebut diterapkan secara nasional, maka industri besar di luar Madura justru akan lebih diuntungkan, sementara industri lokal yang memiliki keterbatasan modal dan teknologi akan semakin terpinggirkan.

CEO Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam atau Haji Her, menegaskan bahwa pihaknya tidak menolak regulasi pemerintah, namun meminta adanya keadilan dalam penerapannya agar industri lokal tetap dapat bertahan.

“Kami tidak menolak aturan, tetapi kebijakan ini harus berpihak pada kondisi riil di daerah. Industri rokok Madura masih banyak menyerap tenaga kerja lokal, sehingga perlu perlindungan agar tidak kalah bersaing,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pabrik rokok di Madura masih mengandalkan proses produksi semi-manual yang melibatkan banyak tenaga kerja lokal. Kondisi ini berbeda dengan industri besar yang sudah sepenuhnya menggunakan teknologi modern.

Para pengusaha khawatir, jika kebijakan diterapkan tanpa mempertimbangkan kondisi tersebut, maka daya saing produk rokok Madura akan menurun dan berdampak pada penurunan penjualan.

“Kami khawatir bukan hanya pengusaha yang terdampak, tetapi juga ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan hidup dari industri ini,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Pamekasan merespons aspirasi tersebut dengan menyatakan siap memfasilitasi pembentukan tim perumus bersama pengusaha rokok Madura untuk menyusun kajian yang akan disampaikan ke pemerintah pusat.

Bupati Pamekasan menegaskan bahwa industri hasil tembakau merupakan sektor penting yang berkontribusi terhadap ekonomi masyarakat, sehingga setiap kebijakan perlu mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi secara menyeluruh.

Para pengusaha berharap, suara dari Madura ini dapat menjadi perhatian pemerintah pusat agar kebijakan yang diambil tidak hanya berpihak pada skala industri besar, tetapi juga melindungi keberlangsungan industri lokal yang selama ini menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga.

Di tengah dinamika regulasi nasional, perjuangan pengusaha rokok Madura bukan semata soal bisnis, melainkan upaya menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang bergantung pada industri tersebut.

Berita Terkait

HM Cafe dan Billiard di Kota Keris Sumenep Resmi Beroperasi, Harapan Baru Lahirkan Atlet Biliar dan Dongkrak Ekonomi Kreatif
CV Ayunda Permata Sejahtera Gelar Sholawat Akbar dan Santunan 600 Anak Yatim, Tuntaskan Target 1.000 Penerima di Muharram 1448 H
Malam Puncak Haflatul Imtihan Nurul Falah Al-Amin Pamekasan, Tekankan Etika dan Moral
Founder BIP Tinjau Pembangunan Padepokan K Baher “Aoleng Bersama Allah” di Sumenep, Dorong Percepatan dan Perluasan
Karya Bakti TNI AD di Madura Segera Dimulai, Ratusan Infrastruktur Akan Dikerjakan dari Jembatan hingga RTLH dan Ribuan Program Sosial Digelar di Empat Kabupaten
BIP Guncang Lapas Pamekasan: Rp2 Miliar Digelontorkan, Ribuan Warga Binaan Terima Rp500 Ribu, 700 Kasur, Lukisan Founder Dihargai Rp10 Juta
BIP Hadirkan Harapan di Lapas Pamekasan, Rp2 Miliar, MoU Peternakan, dan Pesan Mengharukan
Gelombang Kemanusiaan BIP Terus Mengalir, Usai Santunan Muharram untuk Ribuan Yatim Kini Menyapa Penghuni Lapas Kelas IIA Pamekasan

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:24 WIB

HM Cafe dan Billiard di Kota Keris Sumenep Resmi Beroperasi, Harapan Baru Lahirkan Atlet Biliar dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:44 WIB

CV Ayunda Permata Sejahtera Gelar Sholawat Akbar dan Santunan 600 Anak Yatim, Tuntaskan Target 1.000 Penerima di Muharram 1448 H

Rabu, 24 Juni 2026 - 00:01 WIB

Malam Puncak Haflatul Imtihan Nurul Falah Al-Amin Pamekasan, Tekankan Etika dan Moral

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:54 WIB

Founder BIP Tinjau Pembangunan Padepokan K Baher “Aoleng Bersama Allah” di Sumenep, Dorong Percepatan dan Perluasan

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:21 WIB

Karya Bakti TNI AD di Madura Segera Dimulai, Ratusan Infrastruktur Akan Dikerjakan dari Jembatan hingga RTLH dan Ribuan Program Sosial Digelar di Empat Kabupaten

Berita Terbaru

Nasional

MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Minggu, 21 Jun 2026 - 19:57 WIB