PAMEKASAN – Suasana haru dan penuh kehangatan menyelimuti halaman Yayasan Al-Amin Desa Kertagena Daya, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan. Ratusan alumni lintas generasi kembali pulang ke almamater dalam Reuni Akbar Ikatan Alumni Nurul Falah (IAN) bertajuk “Temmo Kerrong, Pangèsto Dâ’ Guru Tolang”, sebuah momentum yang bukan sekadar temu kangen, melainkan perjalanan hati untuk kembali menghaturkan hormat kepada para guru yang telah menuntun langkah mereka menuju masa depan.
Satu per satu alumni datang dari berbagai daerah. Ada yang telah menjadi pengusaha, pendidik, tokoh masyarakat, hingga perantau yang sukses di luar kota. Namun di hadapan guru-guru mereka, semua kembali menjadi murid yang penuh takzim dan rasa hormat.
Momen itu terasa begitu menggetarkan ketika para alumni bersalaman dan berpelukan dengan guru-guru yang dahulu membimbing mereka. Kerinduan yang bertahun-tahun terpendam seakan tumpah dalam senyum, doa, dan air mata kebahagiaan.
Ketua Ikatan Alumni Nurul Falah, M. Khairul Umam, mengungkapkan bahwa reuni tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para guru yang telah menjadi sumber ilmu dan inspirasi dalam kehidupan para alumni.
“Kami sangat bahagia bisa kembali berkumpul dalam momen sakral ini. Ini bukan hanya ajang temu kangen, tetapi kesempatan untuk kembali soan kepada guru-guru tercinta yang telah mengantarkan kami mengenal ilmu, akhlak, dan kehidupan,” ujarnya.
Tak hanya mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi ajang menebar kepedulian. Para alumni menyerahkan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk rasa syukur dan komitmen untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Kecintaan kepada almamater juga diwujudkan melalui penyerahan berbagai bantuan dan kenang-kenangan untuk mendukung perkembangan Yayasan Al-Amin. Bahkan, salah seorang alumni yang telah sukses di luar daerah turut mempersembahkan seekor sapi untuk kebutuhan lembaga.
“Penyerahan ini adalah bentuk kecintaan kami kepada almamater yang telah membimbing kami menggapai mimpi,” tambah Khairul.
Sementara itu, Ketua Yayasan Al-Amin, KH Abd Qadir Zayyad, mengaku terharu melihat besarnya perhatian para alumni terhadap lembaga yang telah menjadi rumah ilmu bagi mereka.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh alumni yang masih peduli dan terus menjaga hubungan dengan lembaga ini. Semoga semua yang dilakukan hari ini menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tuturnya.

Menurutnya, reuni bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang merawat warisan ilmu, menjaga persaudaraan, dan memperkuat komitmen untuk terus berkontribusi bagi pendidikan dan kemajuan umat.
Pertemuan perdana dalam skala besar ini diharapkan menjadi tradisi yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Sebuah ruang kebersamaan yang mempertemukan kembali murid dan guru dalam ikatan yang tak lekang oleh waktu.
Di penghujung acara, para alumni kembali duduk bersama para guru dalam suasana ramah tamah yang hangat. Tawa, cerita lama, dan doa-doa kebaikan mengalir tanpa henti, menutup reuni dengan kenangan yang akan terus hidup dalam hati setiap peserta.
Penulis : R3d











